Pendekatan ini menjadi semakin relevan bagi pasar seperti Indonesia, yang memiliki karakter jalan, iklim, dan kebutuhan mobilitas yang beragam, mulai dari lalu lintas perkotaan yang padat, curah hujan tinggi, hingga kondisi jalan di luar perkotaan.
Ke depan, BYD memandang sirkuit all-terrain sebagai platform pembelajaran dan pertukaran pengetahuan teknologi, yang mendukung pengembangan kendaraan listrik yang lebih tangguh, aman, dan nyaman, sekaligus berkontribusi pada percepatan transisi menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan di Indonesia.
(***)
Artikel Terkait
DJP Serahkan Tersangka Faktur Pajak Fiktif, Negara Rugi Rp170 Miliar
Opini | Skenario Rp50 Juta dan Upaya Membungkam Kritik Mahasiswa
Tim KLH–DLH Tangsel Tinjau Timbunan Sampah di Cirendeu
Gubernur Andra Soni: Sekolah Gratis, Strategi Pemprov Banten Tekan Angka Putus Sekolah
Pengurus Yayasan HSD Brebes Diduga Terlibat Konspirasi Jual Beli Titik Dapur MBG