Dimulai dengan zona Low-Friction Ring yang dirancang untuk menguji performa kendaraan di permukaan licin, memperlihatkan bagaimana sistem kontrol elektronik bekerja menjaga stabilitas dan keselamatan saat daya cengkeram jalan sangat minim.
Zona ini menegaskan peran teknologi dalam menghadirkan rasa aman dan kontrol berkendara dalam kondisi ekstrem.
Sebagai lintasan melingkar berdiameter 44 meter yang pertama di Tiongkok, Low-Friction Ring tersusun dari 30.000 balok basalt halus dengan lapisan air setebal 3 milimeter, menciptakan tingkat gesekan yang menyerupai kondisi es dan salju.
Dalam kondisi minim traksi ini, kendaraan memungkinkan pengunjung merasakan pengalaman drifting yang stabil dan terkendali, dengan respons sistem kontrol elektronik pada level milidetik serta sistem kontrol bodi cerdas yang bekerja simultan menjaga keseimbangan kendaraan, bahkan saat manuver ekstrem.
Selanjutnya terdapat simulasi pengujian e3 Platform pada DENZA Z9GT, dimana teknologi ini menggunakan sistem penggerak independen tiga motor.
Teknologi ini memungkinkan setiap roda menerima distribusi tenaga dan torsi secara presisi dan mandiri. e3 Platform memungkinkan mobilnya untuk dapat melakukan Compass Turn yang memampukan roda belakang berputar secara mandiri dan roda belakang tetap pada tempatnya, hingga Crab Walk dimana mobil dapat bermanuver secara diagonal yang memudahkan kendaraan berpindah jalur atau menghindari rintangan di ruang sempit.
Di waktu bersamaan, teknologi Intelligent Parking yang didemonstrasikan bukan lagi sekadar membantu pengemudi, melainkan mengambil alih peran secara penuh dengan tingkat presisi yang luar biasa dalam melakukan parkir.
Melalui model unggulan seperti DENZA N9, mencoba fitur parkir otonom yang sangat intuitif.
Pengguna cukup berhenti di depan slot parkir yang sempit, lalu keluar dari kendaraan dan membiarkan sistem bekerja melakukan parkir secara otomatis.
Masuk ke Zona Kick-Plate yang menghadirkan simulasi gangguan mendadak pada roda untuk menunjukkan respons cepat sistem stabilitas kendaraan dalam situasi tak terduga.
Melalui pengalaman ini, pengunjung dapat memahami bagaimana teknologi aktif bekerja menjaga keseimbangan kendaraan secara real time. Lintasan dirancang dengan permukaan basah dan licin, menyerupai kondisi jalan saat hujan deras atau berlapis es.
Di tengah lintasan, pelat bergerak akan aktif secara mendadak dan mengganggu arah roda, menciptakan sensasi kendaraan “tergeser” tanpa peringatan.
Artikel Terkait
DJP Serahkan Tersangka Faktur Pajak Fiktif, Negara Rugi Rp170 Miliar
Opini | Skenario Rp50 Juta dan Upaya Membungkam Kritik Mahasiswa
Tim KLH–DLH Tangsel Tinjau Timbunan Sampah di Cirendeu
Gubernur Andra Soni: Sekolah Gratis, Strategi Pemprov Banten Tekan Angka Putus Sekolah
Pengurus Yayasan HSD Brebes Diduga Terlibat Konspirasi Jual Beli Titik Dapur MBG