Kepala OJK Regional 1 DKI Jakarta dan Banten, Cerdas dan Bijak Berinvestasi di Era Digital untuk Generasi Milenial

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Rabu, 29 Juni 2022 | 12:09 WIB

Oleh karena itu, OJK berharap mahasiswa dapat berkontribusi dan menjadi bagian dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di sektor pasar modal dengan memanfaatkan galeri investasi yang telah diresmikan pada beberapa universitas atau perguruan tinggi.

Menurutnya, OJK telah menyusun beberapa inisiatif dan kebijakan strategis yang rencananya akan dikeluarkan sepanjang tahun 2022 ini diantaranya:
a. Mempersiapkan operasionalisasi dan infrastruktur bursa terutama legalitas pendukung penyelenggaraan bursa karbon agar Indonesia menjadi pusat perdagangan karbon dunia. Penerapan ekonomi hijau termasuk bursa karbon akan didukung oleh taksonomi hijau yang telah diterbitkan OJK pada 20 Januari 2022 yang lalu.
b. Selain dari sisi instrument investasi, OJK juga akan memperluas basis emiten diantaranya melalui sekuritisasi aset dan pembiayaan proyek strategis untuk mendukung kebutuhan pembiayaan infrastruktur 2020-2024.
c. Perluasan dan percepatan akses pelaku UMKM terhadap pasar modal melalui platform Securities Crowdfunding
d. Pengembangan instrument derivatives untuk indeks saham, suku bunga (forward rate agreement dan swap), derivatives nilai tukar dapat ditransaksikan secara transparan dalam regulated market di bursa.
e. Percepatan pengembangan infrastruktur Central Counterparty (CCP) house yaitu entitas/lembaga yang membantu memfasilitasi perdagangan di berbagai pasar derivatif dan ekuitas akan selesai tahun 2022 dan merupakan terobosan penting bagi pendalaman pasar keuangan dalam menjaga integritas pasar sehingga Informasi mengenai instrumen yang diperdagangkan baik transaksi dan harga dapat lebih transparan ke publik.

“Adik-adik mahasiswi yang kami hormati, transaksi keuangan saat ini semakin mudah, cepat, dan efisien dengan dukungan kemajuan teknologi,” ujar Roberto Akyuwen kepada peserta web onar.

Ia kembali menyampaikan bahwa sebagai informasi Bank Indonesia telah mengeluarkan Quick Respose Code Indonesian Standard (QRIS) yaitu penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code. QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Oleh sebab itu, pada webinar ini kami telah mengundang narasumber dari Bank Indonesia untuk memberikan materi yang komprehensif mengenai QRIS.

Bahwa Kemajuan teknologi memberikan kemudahan bagi masyarakat khususnya untuk mendapatkan pembiayaan maupun investasi. Namun tidak dipungkiri bahwa kemajuan teknologi ini juga telah digunakan oleh oknum-oknum atau entitas yang menawarkan investasi atau pinjaman/pembiayaan tetapi tidak memiliki izin dari otoritas yang berwenang.

Hal ini tentunya dapat merugikan masyarakat dan mengganggu stabilitas sistem keuangan. Semakin maraknya investasi dan pembiayaan/pinjaman ilegal di dalam masyarakat ini selain didorong oleh banyaknya masyarakat yang ingin menginvestasikan uangnya, hal tersebut juga disebabkan masyarakat memiliki kecenderungan untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat dengan risiko yang kecil.

Selain itu, masih rendahnya tingkat literasi keuangan menjadi pemicu meningkatknya jumlah masyarakat yang mengakses pembiayaan dan investasi ilegal. Berdasarkan data Satgas Waspada Investasi bahwa kerugian masyarakat akibat investasi ilegal dari tahun 2011 sampai dengan April 2022 sebesar Rp117,5 triliun. Oleh sebab itu, hal tersebut dapat mengganggu sistem keuangan dan berdampak negatif terhadap produk-produk investasi yang telah mendapatkan legalitas perijinan dari otoritas/regulator yang berwenang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Rekomendasi

Terkini

X