Lanjutnya, Anak-anak muda tidak hanya menjadi generasi penerus namun juga merupakan generasi pembaharu yang nantinya memiliki tanggung jawab untuk berperan dalam evolusi dan perkembangan negeri kita termasuk di bidang ekonomi dan keuangan. Melihat pentingnya peran pemuda dalam pembangunan ekonomi dan keuangan tersebut, maka OJK mengkategorikan mahasiswa dan pelajar sebagai salah satu dari 10 (sepuluh) sasaran prioritas yang tertuang di dalam Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) Tahun 2021-2025 yang telah diluncurkan OJK pada bulan Desember 2021. SNLKI disusun berdasarkan tiga pilar yaitu cakap keuangan, sikap dan perilaku keuangan yang bijak serta akses keuangan.
Berbagai upaya dilakukan oleh OJK untuk memperkuat pengembangan literasi keuangan digital guna meningkatkan perlindungan konsumen, keamanan investor, dan transaksi keuangan digital yang efisien. OJK juga mendorong rencana pemerintah untuk menerbitkan Peraturan Perlindungan Data Pribadi yang penting untuk melindungi data masyarakat dalam menggunakan layanan dan jasa keuangan digital. Selain itu, penguatan perlindungan konsumen oleh OJK dilakukan melalui pengawasan terhadap perilaku lembaga jasa keuangan dalam menerapkan prinsip-prinsip perlindungan konsumen (market conduct) dari setiap produk dan jasa keuangan yang ditawarkan kepada masyarakat.
“Pemuda kita perlu untuk melakukan perencanaan keuangan sejak dini. Perencanaan keuangan yang baik mampu membantu pemuda untuk bertahan terutama dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19 dan membantu merencanakan masa depannya. Selain itu perencanaan keuangan juga membantu mewujudkan kesejahteraan finansial di masa muda. Sedangkan, pemahaman terhadap produk dan layanan jasa keuangan akan mencegah pemuda terjerumus pada lilitan hutang atau penipuan (investasi dan pinjaman online ilegal),” ujarnya dalam sambutan.
Roberto Akyuwen juga mengatakan sebagai contoh bahwa sekarang mahasiswa bisa berinvestasi di sektor pasar modal dengan membuka rekening saham mulai dari Rp100,000 saja. Tentu saja hal ini sangat memudahkan bagi pemuda untuk turut berkontribusi dalam peningkatan akses keuangan atau yang biasa inklusi keuangan di sektor pasar modal tentunya diimbangi dengan pemahaman yang memadai terhadap produk di pasar modal tersebut.
“Untuk itu, pada kesempatan ini kami telah mengundang Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia Provinsi Banten sebagai narasumber yang akan memberikan materi tentang Teori dan Praktik Berinvestasi di Pasar Modal Bagi Generasi Milenial,” ujarnya.
Kepada seluruh peserta webinar mahasiswi Ia juga menyampaikan, terkait dengan perkembangan di sektor pasar modal dapat kami sampaikan bahwa kinerja Pasar Modal Indonesia selama awal tahun 2022 menunjukkan kinerja yang stabil dan. Selama minggu kedua bulan Juni 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta kapitalisasi pasar Bursa ditutup menguat. Kapitalisasi pasar Bursa mencatatkan penguatan sebesar 0,13% menjadi Rp9.266,06 triliun dari Rp9.254,41 triliun pada pekan keempat bulan Mei 2022.
Kemudian, IHSG juga mengalami penguatan sebesar 0,86% atau berada di level 7.086,65 dari 7.026,26 pada pekan keempat Mei. Sementara itu, dapat kami sampaikan bahwa secara khusus di kota Cilegon jumlah investor saham pada bulan Januari 2022 yaitu sebanyak 9.747 investor (meningkat 1,48% dari Desember 2021) dengan transaksi saham sebesar Rp287,57 miliar (meningkat 1,41% dari Desember 2021).
Namun demikian berdasarkan hasil survei OJK tahun 2019, secara nasional masyarakat yang menggunakan produk di pasar modal ini masih sangat rendah yaitu 1,55% dari total penduduk Indonesia.