Wagub Banten: Stakeholder Pembangunan Banten Harus Bersinergi

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Kamis, 17 Desember 2020 | 23:09 WIB

Menurut Wagub, untuk meningkatkan IPM diperlukan penguatan sistem pendidikan, sistem layanan kesehatan dan daya beli masyarakat. Pendidikan diukur dengan angka rata-rata lama sekolah (RLS). Dimensi kesehatan diukur dengan usia harapan hidup dan daya beli masyarakat diukur dengan pendapatan per kapita.

Wagub berkeyakinan, dengan kerangka kerja kolaboratif Pemerintah Provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, dapat mensinkronisasikan berbagai target capaian sehingga indikator makro dapat meningkatkan secara berkesinambungan.

Selain itu, lanjutnya, untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi (LPE) diperlukan optimalisasi investasi sektor pertanian, kehutanan, perikanan, pertambangan, industri pengolahan, kelistrikan, perdagangan, transportasi dan gudang, pariwisata, akomodasi, real estate, layanan keuangan yang didukung oleh sistem administrasi pemerintahan yang efektif dan efisien.

"Khususnya pada masa pandemi Covid-19 saat ini, bantuan kepada UMKM dan pelaku usaha pariwisata yang terdampak diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.

Target capaian indikator makro lainnya, kata Andika, adalah mengurangi angka kemiskinan. Diperlukan perencanaan dan penganggaran yang berpihak pada masyarakat miskin (pro-poor planning and budgeting) yang terintegrasi. Dikoordinasikan oleh Bappeda dan Dinas Sosial bersama beberapa OPD terkait. Hal itu diharapkan dalam mengurangi angka kemiskinan secara berkesinambungan melalui program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pemberdayaan masyarakat khususnya bidang pendidikan.

Sedangkan kerangka kerja kolaboratif perangkat daerah pemerintah kabupaten/ kota dengan perangkat daerah Pemerintah Provinsi Banten dalam mengurangi angka tingkat pengangguran terbuka (TPT), kata Wagub, dikoordinasikan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten bersama Dinas Koperasi dan UKM serta Dinas Pemuda dan Olahraga. Kolaborasi yg dilakukan adalah dalam meningkatkan pelatihan ketenagakerjaan, peningkatan penempatan dan kesempatan kerja serta program kewirausahaan kreatif yang diharapkan dapat mengurangi angka tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten. (*/Rls)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X