Journalist Boarding School, Bangun Karakter “Siddiq, Amanah,Tabligh Fathanah”

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Minggu, 8 September 2019 | 23:13 WIB

Oleh: Amir Machmud

Jurnalisme Kenabian (Prophetic Journalism). Berlebihankah impian ini, ketika kegalauan tentang bias dalam praktik jurnalistik mengembang di era disrupsi, yang antara lain memunculkan fenonema kabar bohong (hoax) dan informasi palsu (fake news)?

Idealisme memang boleh menabrak realitas, karena hanya dari impianlah manusia akan merajut arah hidup, membangun cita-cita untuk meraih masa depan. Di tengah arus kemarakan media sosial yang menggeser peran praksis media arus utama itulah, seorang tokoh media, Firdaus Zainuddin Dahlan digelisahkan oleh pikiran tentang upaya-upaya untuk kembali ke substansi jurnalisme, yakni menyampaikan kebenaran dan keadilan.

Tokoh pers Banten itu, sejak pertengahan dasawarsa 2000-an menggagas, lalu pada 2018, benar-benar mewujudkan gagasannya untuk mendirikan lembaga pendidikan jurnalistik yang menjadi antitesis fenomena kekinian. “Sementara ini saya menamainya Journalist Boarding School atau JBS, tempat menempa para calon wartawan dan praktisi multimedia dengan tinggal di pondok pesantren yang berbasis tahfiz Alquran di berbagai level,” tutur Firdaus.

Berlokasi di Jalan Cikerai, Desa Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Provinsi Banten, walaupun masih berupa bangunan gedung yang sekelilingnya masih digarap, “pesantren jurnalistik” itu berdiri megah. Sebagai mantan Ketua PWI Banten, Firdaus juga mendedikasikan gedung tersebut sebagai Pusdiklat PWI Banten, dan pada 6-7 September lalu dijadikan tempat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk 27 wartawan dari kabupaten dan kota di provinsi Banten dan Jakarta.

“Saya akui, Pak Firdaus selalu punya ide kreatif untuk memberi warna dalam kehidupan dunia jurnalistik di Provinsi Banten. Kami kolega-koleganya tentu mendukung gagasan besar pengembangan Jurnalisme Kenabian ini,” tutur Moh Hofip, pengurus PWI Provinsi Banten yang di kalangan dunia radio lebih dikenal sebagai Iqbal.

Dua Program

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Rekomendasi

Terkini

X