Syahrul menambahkan, Kementan memiliki 9 strategi dalam rangka menghadapi El Nino, yaitu mengidentifikasi dan memetakan lokasi terdampak kekeringan, melakukan percepatan tanam untuk mengejar sisa hujan, peningkatan ketersediaan alsintan untuk percepatan tanam, peningkatan ketersediaan air dengan membangun atau memperbaiki embung, dam parit, sumur dalam, sumur resapan, rehabilitasi jaringan irigasi tersier serta pompanisasi.
Tak hanya itu, Langkah yang diambil oleh Kementan juga berupa penyediaan benih tahan kekeringan dan organisme pengganggu tanaman (OPT), melakukan Program 1.000 hektare adaptasi dan mitigasi dampak El Nino, serta mengembangkan pupuk organik terpusat dan mandiri, dukungan pembiayaan KUR dan asuransi pertanian serta penyiapan lumbung pangan.
Baca Juga: Oknum Sekolah di Tangerang Selatan Diduga Terima Titipan Siswa
“Kita ini sudah 1,5 tahun tidak mengimpor beras. Dari pada melakukan hal tersebut lebih baik menyiapkan beberapa langkah yang diharapkan bisa mengantisipasi dampak El nino ini,” jelasnya.
Dengan komitmen yang kuat dari Pemerintah Provinsi Banten dan Kementerian Pertanian, diharapkan sektor agro di Banten dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu penopang perekonomian daerah. (***)