Malam 1 Suro dan Malam 1 Muharram Sebagai Malam Keramat dan Penuh dengan Kemuliaan

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 18 Juli 2023 | 16:37 WIB
Kenapa Malam 1 Suro Menyeramkan Antara Persepsi, Tradisi, Mitos dan Legenda Indonesia (Tangkapan Layar Youtube.com/@KisahTanahJawa)
Kenapa Malam 1 Suro Menyeramkan Antara Persepsi, Tradisi, Mitos dan Legenda Indonesia (Tangkapan Layar Youtube.com/@KisahTanahJawa)

Gaya Hidup, bidiktangsel.com - Malam 1 Suro dan malam 1 Muharram adalah dua malam yang sangat penting bagi umat Islam di Indonesia.

Masyarakat Jawa khususnya, sangat memaknai kedua malam tersebut dengan berbagai tradisi dan ritual.

Malam 1 Suro adalah malam pertama dalam penanggalan Jawa. Malam ini dipercaya sebagai malam keramat dan penuh dengan misteri.

Masyarakat Jawa percaya bahwa malam 1 Suro adalah malam untuk melakukan berbagai ritual untuk membersihkan diri dari segala dosa dan kesialan.

Baca Juga: Proyek Turap Kali Cibenda Diduga Dikuasai Perusahaan Fiktif

Beberapa ritual yang dilakukan masyarakat Jawa pada malam 1 Suro antara lain:

  • Mandi malam
  • Berdoa
  • Membaca al-Qur'an
  • Menyantuni anak yatim
  • Bersedekah
  • Membakar dupa
  • Mengapung kembang setaman di sungai atau laut

Malam 1 Muharram adalah malam pertama dalam penanggalan Hijriah. Malam ini juga dipercaya sebagai malam keramat dan penuh dengan kemuliaan.

Masyarakat Jawa percaya bahwa malam 1 Muharram adalah malam untuk memohon ampunan kepada Allah SWT dan memulai tahun baru dengan hati yang bersih.

Baca Juga: Diskominfo Kota Tangerang Sosialisasikan Aplikasi Pangkas Kepada Pengurus RT dan RW

Beberapa ritual yang dilakukan masyarakat Jawa pada malam 1 Muharram antara lain:

  • Sholat tahajud
  • Berdoa
  • Membaca al-Qur'an
  • Menyantuni anak yatim
  • Bersedekah
  • Membakar dupa
  • Mengapung kembang setaman di sungai atau laut

Meskipun tidak semua masyarakat Jawa meyakini tradisi dan ritual tersebut, namun malam 1 Suro dan malam 1 Muharram tetap menjadi momen yang sangat penting bagi mereka.

Masyarakat Jawa percaya bahwa kedua malam tersebut merupakan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon ampunan atas segala dosa. (***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Sumber: Beragam Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X