Peneliti Pengembangan dan Penerapan Agrobisnis Kabupaten Serang, Profesor Ali Zum Mashar mengatakan, saat ini Pemkab Serang memiliki beras dengan kualitas protein tinggi, sebagai solusi stunting dan gizi di dunia.
“Karena beras di sini zero sugar dan ada juga jenis padi yang bisa panen 16 ton per hektare,” ujarnya
Selain itu, pihaknya memiliki teknologi kedelai yang sudah dirakit 20 tahun lalu dan mampu memproduksi 6 ton per hektare.
KabBaca Juga: Pemerintah Kabupaten Serang Kerjasama Replikasi Aplikasi Informasi Kelitbangan Bersama Pemkab Bandung
“Dunia hanya bisa produksi maksimal 4 ton per hektare, namun kita bisa lebih, asal mengikuti prosedur yang kita buat,” ucapnya.
Dia menambahkan, Indonesia berpotensi menjadi swasembada daging dan telur dengan memanfaatkan limbah jagung dan kedelai untuk dijadikan sebagai pelet ayam.
“Ini yang akan kita kembangkan untuk kerja sama dengan kerajaan Malaysia. Kita bisa bangun kedaulatan pangan dengan mitra dari internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia Datuk Sri Haji Mohamad bin Sabu mengaku kagum dengan keindahan sektor wisata di Kabupaten Serang.
“Kita satu rumpun dan satu keturunan. Oleh karena itu, kita sering bekerjasama seperti saat kejadian tsunami di Aceh dan gempa di Palu,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi potensi pertanian yang sudah dikembangkan oleh pihak pemerintah guna menjamin ketahanan pangan warganya.
“Semoga kita bisa bekerjasama dengan memanfaatkan kelebihan masing-masing,” ujarnya. (*)
Artikel Terkait
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah Resmikan Rusunawa Santri Ponpes Jamiatul Ikhwan
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah: Tujuan Utama MTQ Membentengi Pemuda dengan Alquran
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah Ajak Muhammadiyah Cegah Dampak Negatif Digitalisasi
Duh! Bahagianya Bupati Serang Panen Cabe Merah, Jadikan Pabuaran Sentra Tanaman Cabe
Bupati Serang Terus Gulirkan Beasiswa Bagi Guru PAUD