Setahun Kepemimpinan Andra Soni-Dimyati: Akselerasi 8 Program Unggulan demi Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Minggu, 22 Februari 2026 | 19:03 WIB
Pembangunan Provinsi Banten periode 2025–2030 diarahkan melalui 8 program
Pembangunan Provinsi Banten periode 2025–2030 diarahkan melalui 8 program

Baca Juga: Kasus Meninggalnya Bocah 12 Tahun di Sukabumi, Ayah Kandung NS Sebut Istrinya Pernah Melakukan Tindakan Penganiayaan Setahun Lalu

*Banten Cerdas*
Banten Cerdas, merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi Banten yang berupaya mewujudkan pemerataan pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Berangkat dari kesadaran akan potensi bonus demografi dan kebutuhan SDM berdaya saing tinggi, Andra-Dimyati berkomitmen menjamin akses pendidikan yang setara, bermutu, dan terjangkau bagi putera-puteri Banten. Wujud nyatanya adalah dengan penerapan kebijakan Sekolah Gratis bagi SMA, SMK, dan SKh Swasta se-Provinsi Banten. Sekolah Gratis menjadi program strategis Pemerintah Provinsi Banten untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah dan menciptakan sumber daya manusia unggul.

Di sektor pendidikan, Banten Cerdas diwujudkan melalui Program Sekolah Gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SKh swasta, serta Program Sarjana Penggerak Desa. Pada tahun pertama pelaksanaan 2025, Program Sekolah Gratis diikuti oleh 801 sekolah swasta dengan total 60.705 siswa terverifikasi.

Baca Juga: Ayah NS Ceritakan Momen saat Beri Uang Rp50 Ribu Sebelum Kembali ke Pondok, Ungkap Cita-cita sang Anak yang Ingin jadi Kiai

Program ini difokuskan pada sekolah swasta guna memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang setara dan berkualitas, meningkatkan partisipasi sekolah, serta mendorong keadilan sosial dan penciptaan sumber daya manusia unggul.

Selanjutnya Program Sarjana Penggerak Desa memberikan beasiswa hingga Rp20 juta per orang, dengan fokus pada bidang pertanian, perkebunan, kelautan, perikanan, peternakan, ekonomi, akuntansi, dan teknologi informasi.

*Banten Kuat*
Banten Kuat, merupakan perwujudan dari program strategis nasional pemerintah pusat di daerah yang dikenal dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP). Dengan tujuan memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan, Pemerintah Provinsi Banten menunjukkan komitmennya dengan menetapkan 4 lokasi Mock-Up representasi koperasi percontohan berbasis komunitas lokal. Keempat lokasi mock-up ini bahkan menjadi lokasi percontohan terbanyak di Indonesia. Sementara, capaian Pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) di seluruh wilayah Provinsi Banten sendiri telah mencapai 99.9% atau sebanyak 1.551 unit, dan hanya menyisakan 1 desa yakni Desa Kanekes, Baduy, Kabupaten Lebak untuk menghormati adat istiadat.

Baca Juga: Selama Ramadhan, KORPRI Kabupaten Serang Gelar Kajian Islam di Hari Jum'at

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat ekonomi Banten sepanjang 2025 tumbuh 5,37 persen dibanding 2024. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,64 persen secara tahunan atau year-on-year dan 2,22 persen per triwulan atau quarter-to-quarter. Pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan paling tertinggi pasca pandemi Covid-19.

“Provinsi Banten pada tahun 2025 mencatat pertumbuhan ekonomi positif sebesar 5,37 persen, meningkat dari sebelumnya 4,97 persen. Salah satu penopangnya adalah sektor ketahanan pangan,” ujar Gubernur Andra Soni.

*Banten Indah*
Banten Indah, merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi Banten yang bertujuan untuk mewujudkan pariwisata Banten yang terintegrasi, berkualitas dan berkelanjutan. Berorientasi pada perbaikan, penataan dan pengembangan di sekitar kawasan-kawasan wisata di Banten, program ini berfokus pada optimalisasi kondisi infrastruktur, penyempurnaan sarana prasarana wisata, peningkatan sadar wisata masyarakat, hingga optimalisasi Taman Hutan Raya (Tahura) Banten sebagai destinasi unggulan.

Baca Juga: Bappeda se-Provinsi Banten Samakan Persepsi untuk Program Prioritas 2027

Sebagai upaya menjaga kenyamanan iklim wisata di Banten, Pemerintah Provinsi Banten juga menerapkan kebijakan "Siaga Wisata" yang melarang kenaikan harga tidak wajar (getok harga) dan pungutan liar (pungli) di tempat wisata. Pemprov Banten juga memperketat keamanan, meningkatkan kenyamanan, dan memastikan kebersihan di berbagai destinasi wisata melalui kolaborasi dengan Balawista dan Pokdarwis. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta di Banten pada Desember 2025 sebanyak 230.381 kunjungan. Jumlah ini naik 11,28 persen dibandingkan bulan Desember 2024 (year-on-year).
Wisman yang berkunjung melalui Banten pada Desember 2025 didominasi dari Malaysia (19,58 persen), Tiongkok (16,17 persen), dan Singapura (10,60 persen).

Sedangkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tujuan Banten pada Desember 2025 mencapai 5,19 juta perjalanan. Jumlah ini naik sebesar 3,72 persen dibandingkan November 2025 (month-to-month), dan naik 5,98 persen dibandingkan bulan Desember 2024 (year-on-year). Secara kumulatif, jumlah perjalanan wisnus tujuan Banten pada Januari hingga Desember 2025 mencapai 62,56 juta perjalanan. Jumlah ini meningkat 29,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X