Bidiktangsel.com - Ramai di media sosial kasus dugaan penganiayaan seorang anak berusia 12 tahun di Desa Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat oleh ibu tirinya sendiri.
Akibat penganiayaan yang diterima, bocah berinisial NS itu kini telah meninggal dunia pada Kamis, 19 Februari 2026.
Video viral saat korban menyebut ibunya sebagai pelaku penganiayaan membuat warganet marah.
Baca Juga: Selama Ramadhan, KORPRI Kabupaten Serang Gelar Kajian Islam di Hari Jum'at
NS selama ini diketahui tinggal di pondok pesantren dan terungkap memiliki cita-cita untuk menjadi seorang Kiai.
Hal tersebut dibagikan oleh ayah korban, Anwar Satibi yang menceritakan cita-cita mendiang anaknya kepada awak media.
Ayah Kandung Menangis saat Cerita Ingin Menjadi Kiai
Sambil terisak, Anwar kembali mengingat cita-cita anaknya yang ingin menjadi seorang kiai di masa depan nanti.
“Beda dari orang lain, dia ingin jadi kiai. Itu yang membuat saya sakit,” ucap Anwar pada Jumat, 20 Februari 2026.
Baca Juga: Bappeda se-Provinsi Banten Samakan Persepsi untuk Program Prioritas 2027
Ia juga menceritakan anaknya itu bahagia saat dirinya memberi uang saku Rp50.000 sebelum kembali ke pondok.
“Kemarin saat saya pulang dari Sukabumi, saya kasih uang Rp50 ribu, ‘Alhamdulillah untuk bekal di pesantren,’” tambahnya.
Menurut pengakuan Anwar, anaknya sudah menjadi santri di pondok pesantren selama setahun terakhir.
“Setahun ini pas mau masuk SMP, dulunya bareng (serumah),” tuturnya lagi.
Artikel Terkait
Promedia Jajaki Kolaborasi Strategis dengan TNI AD
Promedia Group dan Alduro Ganti Atap Rumah Wartawan Gratis, Perangi Sampah Sambil Tingkatan Kenyamanan Hunian Jurnalis
Rutinitas Tak Biasa Anak SD di Tolikara Papua demi Berangkat ke Sekolah: Harus Tunggu Pesawat Melintas Dulu
Ironi Ciater: Harum Bunga Wakil Wali Kota di Atas Luka Penegakan Perda
Pelantikan Pengurus KONI Tangsel 2025–2029, Era Baru Olahraga Prestasi Dimulai