Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Wanita Terborgol di Cisauk

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 23 Juli 2025 | 00:00 WIB

Tangerang, bidiktangsel.com – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya bersama tim identifikasi Ditreskrimum menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan sadis terhadap wanita berinisial APSD (22) yang ditemukan membusuk dalam kondisi tangan terborgol di semak-semak wilayah Cisauk, Kabupaten Tangerang.

Rekonstruksi ini berlangsung pada Selasa (22/7/2025) di rumah kontrakan pelaku utama, RRP (19), yang berlokasi di Kampung Lamping Kancil, Desa Cibogo, Kecamatan Cisauk.

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Wanita Terborgol di Cisauk Dikenal Pendiam dan Tertutup, Tetangga Ungkap Fakta Mengejutkan

Dalam proses rekonstruksi yang memperagakan sebanyak 66 adegan, tiga pelaku dihadirkan langsung di lokasi, yakni RRP (19), IF (21), dan AP (17).

Ketiganya menjalani serangkaian adegan mulai dari awal perkenalan pelaku dan korban pada tahun 2022, hingga momen keji saat korban dihabisi dengan alat tajam dan diborgol sebelum jasadnya dibuang ke kebun belakang rumah.

Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan warga berbondong-bondong menyaksikan proses rekonstruksi dari luar pagar.

Baca Juga: Bupati Serang Ratu Zakiyah Sampaikan Poin Penting, Pencegahan Tenaga Migran non-Prosedural

Warga yang marah dengan aksi para pelaku kerap meneriaki mereka agar dijatuhi hukuman mati.

Desakan ini muncul karena aksi para pelaku dinilai sangat keji, serta merusak nama baik kampung.

Dia itu bukan warga sini, asli Cilenggang. Cuma ngontrak di sini. Malah bikin nama kampung kami jelek! Hukum mati aja!” ujar Titi (47), salah satu warga dengan nada tinggi.

Tak hanya itu, beberapa warga mengaku mengenal pelaku RRP sebagai sosok yang sangat tertutup. Ia diketahui bekerja sebagai kurir paket, namun nyaris tak pernah berinteraksi sosial.

Baca Juga: Janjikan Masuk Honorer Tak Terbukti, PNS Kesbangpol Tangsel Terancam Dilaporkan Terima Rp 35 Juta

Nurasiyah (42), tetangga pelaku, menyebutkan bahwa keluarga pelaku pun jarang bergaul.

“Anaknya tertutup banget. Kurir sih, tapi nggak pernah nyapa. Keluarganya juga pendiam. Ada adiknya cewek, masih SMA kelas 1,” ucap Nurasiyah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X