Baca Juga: Pemkot Tangsel Siapkan Tiga Lahan Strategis untuk Perluas Program Makan Bergizi Gratis
"Kita harapkan pelaksanaannya berjalan lancar, jujur, dan transparan sesuai regulasi nasional," ujarnya.
Didin juga menegaskan bahwa hasil dari seleksi ini diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
“Melalui PPPK, kami ingin menghadirkan ASN yang punya kualitas dan dedikasi tinggi, sehingga mampu memperkuat pelayanan publik di Pandeglang,” tambahnya.
PPPK sebagai Strategi Penguatan ASN di Daerah
Seleksi PPPK Gelombang II merupakan bagian dari strategi nasional dalam memperkuat formasi ASN di daerah, khususnya untuk memenuhi kebutuhan guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis lainnya.
Pemerintah pusat telah memberikan ruang afirmatif bagi tenaga honorer yang telah mengabdi selama bertahun-tahun, namun belum mendapatkan status kepegawaian tetap.
Dengan adanya afirmasi pada seleksi PPPK kali ini, diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan tenaga honorer, tetapi juga memperkuat sistem birokrasi yang responsif dan berkualitas.
Antusiasme Peserta: Harapan dan Asa untuk Masa Depan
Dari pantauan di lapangan, antusiasme peserta cukup tinggi. Salah satu peserta, Siti Rohmah, guru honorer dari Kecamatan Picung, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
Baca Juga: Tangis Haru Iringi Pemberangkatan 393 Jemaah Haji Kloter Pertama Asal Kabupaten Serang
“Ini momen yang kami tunggu-tunggu. Saya sangat mengapresiasi kehadiran Ibu Bupati yang memberikan semangat langsung. Semoga ini menjadi langkah awal yang baik untuk masa depan kami,” ujarnya.
Tes PPPK Gelombang II menjadi harapan baru bagi ribuan tenaga honorer di Pandeglang. Pemerintah daerah, melalui sinergi antara BKPSDM dan instansi terkait, terus berkomitmen memastikan proses rekrutmen berjalan adil, transparan, dan bebas intervensi.
Dengan semangat perjuangan peserta dan dukungan pemerintah daerah, seleksi PPPK di Pandeglang tidak hanya menjadi proses administratif semata, melainkan sebuah langkah penting menuju transformasi tata kelola ASN yang lebih inklusif dan berkeadilan. (***)
Artikel Terkait
Wakil Wali Kota Tangsel Panggil Pihak Sekolah Terkait Kasus Pencabulan di SMK Swasta Ciputat
Pemkot Tangsel Tegaskan Komitmen Lindungi Korban Kekerasan Seksual, Pilar Saga Kunjungi Siswi Korban Pelecehan
Gubernur Banten Andra Soni Hadiri Halal Bihalal Bakor Paliko 2025
Cerita Haru Penjual Bakso Asal Rembang Naik Haji 2025: 27 Tahun Menabung dari Gerobak ke Tanah Suci
Membangun kemandirian pangan dari nol, AKP Hari Rahmat ubah lahan terlantar menjadi kolam lele