Kabupaten Serang, bidiktangsel.com – Suasana haru menyelimuti Halaman Pendopo Bupati Serang pada Senin pagi, 12 Mei 2025.
Ratusan jemaah haji bersama keluarga tampak berpelukan erat, linangan air mata menjadi saksi betapa beratnya perpisahan dalam momen sakral pemberangkatan ibadah haji Kloter 32 nasional asal Kabupaten Serang.
Sebanyak 393 jemaah haji dilepas secara resmi menuju Tanah Suci.
Baca Juga: Membangun kemandirian pangan dari nol, AKP Hari Rahmat ubah lahan terlantar menjadi kolam lele
Prosesi ini bukan sekadar seremoni keberangkatan, tetapi menjadi gambaran keimanan dan harapan besar seluruh keluarga agar para jemaah dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat, selamat, dan memperoleh predikat haji mabrur.
Dalam sambutannya, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Serang, Rudy Suhartanto, menekankan pentingnya ketaatan para jemaah terhadap arahan petugas haji selama menjalankan rukun Islam kelima ini.
“Ibadah haji bukan hanya kewajiban, tetapi perjalanan spiritual yang membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, dan ketaatan. Maka dari itu, kami berharap para jemaah mengikuti seluruh peraturan dan petunjuk yang telah ditetapkan,” ujar Rudy dalam suasana yang penuh kekhidmatan.
Baca Juga: Tragedi di Apartemen: Seorang Pria Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri, Polisi Masih Selidiki Penyebab
Hadir dalam acara tersebut antara lain Kepala Kantor Wilayah Kemenag Banten Nanang Fathurrachman, Kepala Kemenag Kabupaten Serang Uesul Qurni, para staf ahli bupati, serta anggota DPRD Kabupaten Serang.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Daerah Kabupaten Serang yang menanggung seluruh biaya teknis pemberangkatan dan pemulangan jemaah.
Menurut Kepala Kemenag Kabupaten Serang, Uesul Qurni, jumlah jemaah haji asal Kabupaten Serang pada tahun 2025 mencapai 1.244 orang yang terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter).
Baca Juga: Cerita Haru Penjual Bakso Asal Rembang Naik Haji 2025: 27 Tahun Menabung dari Gerobak ke Tanah Suci
Untuk kloter 32 yang dilepas hari ini, tercatat sebanyak 393 jemaah dengan komposisi 184 pria dan 209 wanita.
"Jemaah termuda berusia 18 tahun atas nama Andini Sabrawi Jahidi dari Kecamatan Kramatwatu, sedangkan jemaah tertua berusia 89 tahun atas nama Sarkam Sarman Alih dari Ciruas," jelas Uesul.
Artikel Terkait
Blenix Network Jajaki Kolaborasi R&D AI dengan Universitas Telkom: Langkah Strategis Menuju Ekosistem AI Global
Duta Baca Masuk Sekolah, Strategi Efektif Perpusnas untuk Menumbuhkan Cinta Literasi Sejak Dini
Pemprov Banten Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi Lewat Pendekatan Terintegrasi
Kuasa Hukum Kecewa: Dugaan Penghalangan Aksi Solidaritas di SMK Waskito Ciputat
Wakil Wali Kota Tangsel Panggil Pihak Sekolah Terkait Kasus Pencabulan di SMK Swasta Ciputat