OpenAI Terancam Dihantui Gugatan Hukum, Studio Ghibli Dinilai Punya Dasar Kuat Gunakan UU Hak Cipta AS

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Jumat, 4 April 2025 | 11:40 WIB
Pendiri Studio Ghibli Hayao Miyazaki Mengritik Tre di OpenAI. (instagram.com/hayao.miyazaki.ghibli)
Pendiri Studio Ghibli Hayao Miyazaki Mengritik Tre di OpenAI. (instagram.com/hayao.miyazaki.ghibli)

Baca Juga: Maknai Idulfitri di Tangsel, Pilar: Saatnya Menguatkan Silaturahmi, Mengokohkan Kebersamaan

New York Times berargumen bahwa OpenAI telah mengumpulkan dan mereproduksi berita mereka tanpa memberikan kompensasi yang adil.

Jika Ghibli memutuskan untuk menempuh jalur hukum, mereka bisa menggunakan pendekatan serupa, yakni bahwa OpenAI menggunakan dan melatih AI mereka dengan gaya seni Ghibli tanpa persetujuan resmi.

Namun apakah Ghibli akan menggugat?

Hingga saat ini, Studio Ghibli belum memberikan pernyataan resmi mengenai kemungkinan gugatan terhadap OpenAI.

Baca Juga: Gubernur Banten Apresiasi Petugas Kesehatan yang Bertugas di Hari Raya Idul Fitri 1446 H

Namun, melihat sikap keras Hayao Miyazaki terhadap AI, ada kemungkinan bahwa mereka sedang mempertimbangkan langkah hukum.

Jika Ghibli benar-benar mengajukan gugatan, hal ini bisa menjadi kasus penting dalam dunia AI dan hak cipta.

Keputusan hukum dalam kasus ini dapat menentukan bagaimana teknologi AI diizinkan untuk menggunakan dan mereplikasi gaya seni di masa depan.

Sementara itu, tren gambar Ghibli di ChatGPT terus berkembang.

Baca Juga: Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1446 H di Lapangan Tiga Berlian, Ciater Serpong: Sebuah Refleksi dan Syukur

Dunia kini menunggu apakah Studio Ghibli akan mengambil langkah hukum atau membiarkan tren ini berlalu begitu saja. (***)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X