Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian: Banyak Tenaga Honorer Merupakan Titipan Pejabat dan Tim Sukses
“Seluruh pemerintah daerah harus bergerak cepat dan menjaga lahan pertanian agar tidak beralih fungsi. Banten, dengan 200.000 hektar sawah, harus mampu menjadi salah satu motor penggerak swasembada,” tegas Zulkifli.
Zulkifli juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap distribusi pupuk, penyuluhan bagi petani, dan penyerapannya oleh pasar.
Pemerintah telah melarang impor beberapa komoditas seperti garam, jagung, gula, dan beras untuk mendukung petani lokal.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Raih Penghargaan Kota Peduli HAM, Benyamin: Bukti Nyata Perlindungan Hak Warga
“Kami bersama pemerintah daerah dan stakeholder terkait akan terus mengawal implementasi kebijakan ini untuk memastikan hasil panen petani dapat diserap dengan maksimal,” tutup Zulkifli.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, Banten diharapkan dapat menjadi salah satu wilayah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
(***)
Artikel Terkait
Shin Tae Yong Resmi Diberhentikan: Respon Pertama Sang Pelatih Asal Korea Selatan
Indonesia Disegani Dunia, Presiden Prabowo: Ekonomi Kita Berhasil dengan Cemerlang
Pelantikan Pejabat Baru Kemendikdasmen, Abdul Mu'ti: Amanah Ini untuk Kemajuan Pendidikan Nasional
BPBD Tangsel Pastikan Wilayah Aman dari Bencana, Warga Diminta Tetap Waspada
Pj Gubernur Banten A Damenta Dorong Bank Banten Tingkatkan Pelayanan untuk Pertumbuhan Ekonomi