Pemkot Tangerang Gelar Imunisasi ORI Difteri di Ciledug, Cegah Penyebaran Difteri pada Pelajar

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Jumat, 4 Oktober 2024 | 17:44 WIB
Outbreak Response Immunization
Outbreak Response Immunization

Kota Tangerang, bidiktangsel.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Kecamatan Ciledug kembali menggelar imunisasi ORI (Outbreak Response Immunization) Difteri guna meningkatkan daya tahan tubuh anak-anak, khususnya dalam upaya mencegah penyebaran penyakit difteri.

Kegiatan ini difokuskan pada pelajar di beberapa sekolah sebagai bagian dari pencegahan Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri.

Baca Juga: Pemkot Tangerang Ajukan Raperda APBD 2025: Fokus pada Peningkatan SDM, Infrastruktur, dan Ekonomi

Lisna, Kasi Kemasyarakatan Kecamatan Ciledug, menjelaskan bahwa imunisasi ini menargetkan peserta didik sebagai upaya pencegahan penyakit difteri yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae.

"Untuk kali ini, imunisasi dilakukan di SMP Budi Mulya, Kelurahan Sudimara Jaya, Kecamatan Ciledug," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala UPT Puskesmas Ciledug, dr. Ida, menyampaikan bahwa imunisasi ORI Difteri dilakukan dalam tiga tahap.

"Tahap pertama diberikan, kemudian jeda satu bulan untuk dosis kedua, dan enam bulan setelah itu diberikan dosis ketiga. Tujuannya adalah untuk membentuk kekebalan tubuh yang optimal terhadap bakteri penyebab difteri," jelasnya.

Baca Juga: RSUD Tigaraksa Lakukan Survei Akreditasi Bersama LARS DHP untuk Tingkatkan Mutu Pelayanan

Dr. Ida juga mengimbau kepada para orang tua agar aktif memantau kesehatan anak-anak mereka serta segera mengajak anaknya untuk menjalani imunisasi ORI Difteri.

"Kami mengajak para orang tua untuk menjaga kesehatan anak-anak dan segera melakukan imunisasi di puskesmas terdekat. Warga Ciledug dapat datang ke Puskesmas Ciledug, Puskesmas Tajur, atau Puskesmas Paninggilan," imbaunya.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Tangerang dalam memastikan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, dari penyakit berbahaya yang mudah menular seperti difteri. (***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X