Plh Sekda Banten: Harga Pangan Alami Penurunan, Pemprov Siapkan Strategi Stabilisasi Jelang Pilkada

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 3 September 2024 | 22:11 WIB
Rapat Koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi mingguan yang digelar secara virtual bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Rapat Koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi mingguan yang digelar secara virtual bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kota Serang, bidiktangsel.com- Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Virgojanti, menyampaikan bahwa kondisi stok komoditas pangan di Provinsi Banten saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Bahkan, beberapa harga komoditas mengalami penurunan atau deflasi akibat pasokan yang melimpah.

Hal ini disampaikan oleh Virgojanti usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi mingguan yang digelar secara virtual bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan seluruh pemerintah daerah serta pihak terkait lainnya pada Selasa, 3 September 2024.

Baca Juga: Kemacetan Parah di Jalan Menjangan hingga Pertigaan Kompas: Warganet Tangsel Ramai-ramai Meluapkan Keluhan di Media Sosial

Meskipun ada penurunan harga, Virgojanti menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Banten tetap akan berupaya menjaga stabilitas harga komoditas pangan.

Hal ini penting untuk memastikan keseimbangan harga yang menguntungkan baik bagi penjual maupun pembeli.

"Jika deflasi berlangsung terlalu lama, itu bisa berdampak negatif, karena penjual tidak akan mendapatkan margin keuntungan yang cukup," jelas Virgojanti.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga meliputi tomat, telur ayam ras, bawang merah, daging ayam ras, tempe, daging sapi, dan berbagai produk lainnya seperti sabun cair, pepaya, ikan kembung, serta susu bubuk untuk balita.

Baca Juga: Pelantikan 50 Anggota DPRD Kabupaten Serang Periode 2024-2029, Bupati Tatu Harap Pengawasan Ditingkatkan

Di sisi lain, beberapa komoditas seperti kebutuhan pribadi, emas, dan angkutan transportasi mengalami kenaikan harga, yang berkontribusi pada inflasi.

Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) di Provinsi Banten tercatat sebesar 0,01 persen, sedangkan inflasi year-to-date (y-to-d) mencapai 1,04 persen, dengan tingkat inflasi tahunan berada pada 2,45 persen.

Virgojanti juga menyoroti potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Pilkada, terutama untuk komoditas seperti beras, minyak, dan gula, yang sering menjadi target distribusi Bantuan Sosial (Bansos) oleh peserta pemilu.

Baca Juga: Pj Gubernur Banten: Kota Serang Butuh Perhatian dan Prioritas dalam Penanganan Masalah Urban

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemprov Banten telah bekerja sama dengan PT ABM dan PT Wilmar untuk memastikan suplai beras medium tetap terjaga, guna menjaga stabilitas harga di pasaran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Sumber: Pemprov Banten

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X