"Upaya mitigasi risiko kekeringan sangat penting, terutama saat wilayah Provinsi Banten memasuki musim kemarau yang diprediksi terjadi pada bulan Juli hingga September," jelas Agus.
Penggunaan pompanisasi telah meningkatkan Perluasan Areal Tanam (PAT) hingga saat ini mencapai 24.000 hektar. Diharapkan dengan pemasangan 1.163 unit pompanisasi dan 338 unit Irpom, luasan PAT bisa mencapai 70.000 hektar.
Baca Juga: Yaga Yingde Bantu Pendidikan Anak Berprestasi dan Kurang Mampu di Tangsel
Agus menambahkan, "Puncak panen di Banten diharapkan terjadi pada bulan Agustus dengan luas panen mencapai 49.930 hektar yang diperkirakan menghasilkan 183.837 ton beras. Puncak panen selanjutnya di bulan September dengan luas panen mencapai 56.557 hektar dan perkiraan hasil 208.235 ton beras."
Pemprov Banten berkomitmen untuk terus memantau dan mengoptimalkan distribusi pupuk guna mendukung ketahanan pangan nasional.
"Kami berkomitmen menjaga stabilitas harga beras dan mendukung kelangsungan produksi pertanian di Indonesia," pungkas Virgojanti. (""")
Artikel Terkait
Koperasi di Kabupaten Tangerang: Mendorong Peningkatan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat
Bappeda Kabupaten Tangerang Gelar Riset Strategi Komunikasi Pemasaran
Kota Serang Beri Kemudahan MBR Miliki Rumah Subsidi dengan BPHTB 0 Persen
Kota Tangerang Siap Sukseskan Pilot Project Program Makan Bergizi Gratis
Rahmat Sorialam Dukung Ahmad Riza Patria dan Marshel Widianto di Pilwalkot Tangsel 2024