Kinerja APBN Provinsi Banten Triwulan I 2024: Pertumbuhan Positif di Tengah Pemulihan Ekonomi

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 29 Mei 2024 | 20:20 WIB
Siaran pers yang diselenggarakan secara online melalui Microsoft Teams Meeting.
Siaran pers yang diselenggarakan secara online melalui Microsoft Teams Meeting.

Serang, bidiktangsel.com - Kinerja APBN Provinsi Banten pada Triwulan I 2024 menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan pertumbuhan positif di berbagai sektor.

Hal ini menjadi indikator positif bagi pemulihan ekonomi di Banten di tengah situasi global yang masih penuh tantangan.

Plt. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Banten, M. Dody Fachrudin mengatakan Pendapatan negara Provinsi Banten sampai dengan 30 April 2024 mencapai Rp31,51 Triliun, tumbuh 12,02% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Pj Gubernur Banten: ITS Kunci Mobilitas Cepat dan Efisien di Kawasan Padat Penduduk

"Pertumbuhan ini didorong oleh akselerasi pendapatan pada beberapa komponen seperti Pajak, Bea Cukai, dan PNBP," katanya dalam siaran pers yang diselenggarakan secara online melalui Microsoft Teams Meeting.

Dalam paparannya, M. Dody menjelaskan bahwa Penerimaan pajak mencapai Rp26,59 Triliun, memenuhi 34,73% dari target APBN 2024 dan tumbuh 13,58% (yoy).

Mayoritas jenis pajak mengalami pertumbuhan positif, dengan sektor Industri Pengolahan dan Perdagangan menjadi penyumbang terbesar.

Untuk Penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp4,35 Triliun, memenuhi 29,58% dari target tahunan APBN 2024 dan tumbuh 4,34% (yoy).

Kinerja ini ditopang oleh kenaikan bea masuk dan cukai, serta peningkatan volume produksi minuman mengandung Etil Alkohol.

Baca Juga: Peresmian Lapangan Tenis Indoor Kejati Banten

Sedangkan Realisasi PNBP dari pengelolaan aset mencapai Rp12,47 Miliar (49% dari target), PNBP dari lelang mencapai Rp13,46 Miliar (32% dari target), dan PNBP dari piutang negara Rp0,398 Miliar (82% dari target).

Belanja Negara Provinsi Banten hingga 30 April 2024 mencapai Rp8,89 Triliun, tumbuh 14,86% dari tahun sebelumnya. Belanja ini terdiri dari Belanja K/L dan TKD.

"Untuk Belanja K/L mencapai Rp3,09 Triliun, tumbuh 22,53%, digunakan untuk belanja gaji, barang, modal, dan bansos dan Belanja TKD mencapai Rp5,80 Triliun (32,81% dari total alokasi TKD 2024), tumbuh 11,16%," ungkap M. Dody.

Penyaluran KUR dan UMi di Banten mengalami pertumbuhan pesat dibandingkan tahun sebelumnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Sumber: DJP Banten

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X