Pj Bupati Tangerang Minta Stakeholder Optimalkan Koordinasi dan Peran dalam Upaya Penurunan Stunting

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Jumat, 20 Oktober 2023 | 09:45 WIB
Andi Ony, meminta seluruh stakeholder, khususnya Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).
Andi Ony, meminta seluruh stakeholder, khususnya Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

Tangerang, bidiktangsel.com - Penjabat (Pj) Bupati Tangerang, Andi Ony, meminta seluruh stakeholder, khususnya Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) untuk mengoptimalkan koordinasi serta peran dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Tangerang.

Andi Ony mengatakan, upaya konvergensi penurunan stunting akan terwujud jika program kegiatan di daerah dilaksanakan secara terpadu dan terintegrasi dengan saling berkolaborasi dari semua sektor terkait.

Oleh karena itu, perlunya memperkuat komitmen dalam gerakan bersama penurunan stunting.

Baca Juga: Pemkab Tangerang Gelar Rakor P2WKSS Desa Kemuning, Siap Hadapi Penilaian Provinsi

"Peran Kecamatan dalam upaya pencegahan penurunan stunting sangat penting. Pihak kecamatan diharapkan dapat membantu menggerakkan kembali posyandu-posyandu untuk mendeteksi secara dini dan mengintervensi gangguan pertumbuhan balita dan ibu hamil," kata Andi Ony.

Tercatat pada Agustus 2023, kasus stunting di Kabupaten Tangerang turun menjadi 2,7 persen. Dibandingkan dengan Februari 2023, kasus stunting masih menyentuh angka 2,9 persen.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Achmad Muchlis, mengatakan kegiatan Pertemuan Diseminasi Hasil Penimbangan dan Pengukuran Balita di Posyandu Kabupaten Tangerang Tahun 2023 merupakan tahapan dari aksi konvergensi ke-7 yaitu pengukuran dan publikasi stunting.

Baca Juga: Sekolah di Tangerang Selatan Ini Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional

Ia berharap melalui kegiatan ini, hasil pengukuran penimbangan balita di posyandu dapat tersampaikan dengan baik.

"Pada aksi ke-7 ini kami terus berupaya untuk memperkuat peran perangkat daerah terkait, serta terus melakukan pemantauan dan mengevaluasi kegiatan perbaikan gizi masyarakat secara berkala melalui surveilans gizi yang meliputi indikator masalah gizi dan indikator kinerja program gizi," katanya.

Muchlis juga mengatakan intervensi spesifik pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) dengan melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran panjang atau tinggi badan balita oleh petugas kesehatan di puskesmas atau posyandu juga dilakukan.

Baca Juga: Kabupaten Lebak Siap Jadi Destinasi Investasi Industri Hijau dan Pariwisata

Tak hanya balita, intervensi spesifik juga dilakukan pada ibu hamil dan juga remaja putri dengan memberikan tablet penambah darah untuk mencegah anemia yang menjadi salah satu faktor penyebab stunting.

Melalui kegiatan ini, Muchlis berharap kedepannya dapat memperkuat peran dan komitmen seluruh pihak, sehingga upaya penurunan angka stunting dapat berjalan maksimal dan tidak ada lagi penambahan kasus stunting di Kabupaten Tangerang. (***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Sumber: Diskominfo Kab Tangerang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X