“Memang di Tangsel ini banyak kampung-kampung yang memiliki potensi budaya sangat layak untuk diberikan perlindungan dan direncanakan konsep pelestarian serta pengembangan yang berkelanjutan, salah satunya kp Keranggan, bolehlah kampung Keranggan dijadikan pilot project tapi jgn abaikan kampung2 lainnya yang berpotensi untuk project berikutnya,” tulis Uten Sutendy dalam Chattingan WAG TC.
Tulisnya, “Alhamdulilah, saya merasa senang dan bahagia melihat perkembangan kampung Keranggan yang sudah jadi kawasan destinasi wisata budaya. Tempat yang bakal menjadi sumber inspirasi baru bagi siapa saja. Bahwa alam telah memberi dan menyediakan modal yang lebih dari cukup untuk membuat warga bisa bahagia dan menemukan tempat "pulang" ke akar”.
Menurutnya, tinggal kemauan bekerja keras melindungi, memelihara, merawat, dan melestarikannya. Pak Alwani dan Pak Bambang telah membuktikanya dengan sangat baik melalui aneka program Kampung Wisata dan Budaya di Kampung Keranggan.
“Saya ucapkan selamat dan terima kasih kepada pak Alwani dan Pak Bambang,” tulis Budayawan Tangsel ini.
Lanjutnya, Bantaran sungai dan situ di Kota Tangsel, dulu jarang orang mau melirik karena semak belukar, ular berbisa, dan ancaman banjir. Tapi Tuhan selalu mengirimkan para "kekasih"Nya untuk hadir merawat sungai dan situ agar tetap indah, lestari dan menjadi bagian dari surga sebagaimana tujuan semua penciptaanNya.
“Ada pak Alwan di Cisadane, ada Bang Kimpo di situ Parigi, dan ada Om Syamsu Rijal di tengah kota. Dan banyak lagi yg lainnya. Mereka para pecinta lingkungan yg layak mendapat apresiasi,” tulisnya.
Giliran pemerintah kota dan walikota menjaganya dengan berbagai regulasi untuk kelestarian sumber daya alam yang indah dan melimpah telah dianugerahi kepada Tangsel.