Generasi muda yang lebih familiar dengan media sosial melalui kegiatan Karang Taruna dan kelompok pemuda lainnya perlu dilibatkan untuk turut serta melakukan pendampingan kepada petani. Generasi muda memiliki kreatifitas yang tinggi sehingga bisa menarik konsumen untuk membeli produk yang dipasarkan melalui media online.
Sarana dan prasarana berupa jaringan internet yang mendukung serta ketersediaan perangkat digital seperti smartphone merupakan hal yang wajib terpenuhi untuk terlaksananya digital marketing ini. Selanjutnya, pemasaran secara online juga perlu memperhatikan biaya transportasi dan kualitas produk sebelum sampai ke konsumen, mengingat produk segar asal tumbuhan seperti sayur dan buah adalah produk yang mudah rusak sehingga memerlukan perlakuan khusus dalam perlakuan pascapanennya.
Petani perlu mendapatkan penyuluhan agar menghasilkan produk yang berkualitas dan continue, serta teknik mengemas produk yang bisa menarik pembeli, sampai bagaimana memasarkan produk secara online. Petani juga membutuhkan ketersediaan informasi harga pasar atas produk yang mereka hasilkan, sehingga dalam menentukan harga jual petani tidak lagi memiliki posisi tawar yang rendah.
Maka dari itu, ada lima tahapan yang harus diperhatikan oleh petani untuk memulai digital marketing yaitu:
1. Petani harus menyiapkan alat yang akan digunakan untuk melakukan pemasaran produk. Adapun alat yang dapat digunakan media social (facebook, instagram, whatsapp dan lain-lain). Karena media sosial sudah hampir semua dimiliki oleh setiap orang dan juga penggunaannya yang mudah. Maka alat ini dianggap cocok dalam dunia marketing hasil pertanian di desa Buaran.
2. Petani harus menyiapkan konten yang menarik perhatian dan shareable. Konten tersebut berisi foto, video, tulisan yang dapat menggambar dari produk yang anda pasarkan. Dan petani juga harus menentukan tujuan pemasaran dan target pasar yang disesuaikan dengan konten yang telah ditentukan sebelumnya.
3. Selanjutnya, petani dapat memulai mengunggah dan mengevaluasi setiap unggahan produk yang dipasarkan di setiap media sosial. Sehingga petani dapat mengetahui feedback dari setiap konsumen dengan produk yang ditawarkan sesuai dengan keinginan konsumen atau tidak.
4. Petani dapat bergabung dengan forum marketplace public. Sehingga hal ini mendorong petani dapat membuat promosi produk yang menarik sehingga dapat memikat dari konsumen untuk membeli produk yang dimiliki.