#Opini - Saat panen tiba petani harus menghadapi kenyataan harga jual yang rendah dan sulitnya memasarkan hasil panen mereka. Harga jual yang rendah di tingkat petani diantaranya disebabkan oleh panjangnya rantai distribusi dan ketergantungan petani pada tengkulak. Tengkulak merupakan pengepul yang membeli hasil panen dari petani dan menyalurkannya ke pengecer. Tengkulak biasanya membeli hasil panen petani dengan harga yang jauh lebih rendah dengan harga di pasar, sehingga keuntungan yang diperoleh petani minim.
Namun, ketergantungan petani terhadap tengkulak ini tak dipungkiri masih terus terjadi sampai saat ini. Hal ini antara lain disebabkan ketidaktahuan petani terhadap informasi pemasaran seperti harga jual di tingkat konsumen dan bagaimana agar konsumen lebih mudah mengakses hasil panen petani.
Melihat kondisi tersebut maka diperlukan upaya untuk meningkatkan posisi tawar petani dengan cara menghubungkan petani langsung kepada konsumen. Salah satu caranya adalah dengan pemanfaatan digital marketing (pemasaran digital), yaitu memasarkan produk secara online.
Kegiatan Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat (PMKM) yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Pamulang pada hari Minggu tanggal 31 Oktober 2021 bertempat di Kelompok Wanita Tani Az-Zahra Buaran dengan Tema “Sosialisasi Dan Strategi Pemasaran Hasil Produksi Pertanian Pada Kelompok Wanita Tani Az-Zahra Buaran”. Sebagai insan akademis, para mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Universitas Pamulang berupaya untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat (PMKM) di tengah suasana pandemi Covid-19.
Pada kegiatan PMKM kali ini di hadiri oleh Ibu Iin Marlina selaku pengurus dari Kelompok Wanita Tani Az-Zahra Buaran dengan pesertanya sendiri terdiri dari 10 Wanita Tani di KWT Az-Zahra Buaran. Dan Mahasiswa Universitas Pamulang yang mengadakan PMKM, Aziz Muhapiz Sebagai Ketua Pelaksana dengan anggotanya yaitu Delia Dwi Purnamasari, Desti Wartini, dan Sukmawati. Dengan Dosen Pembimbing kami yang bijaksana juga lemah lembut yaitu Ibu Suciati Muanifah, S.E., M.M.
Materi yang disampaikan yaitu terkait dengan strategi pemasaran hasil panen, dengan menggunakan media online (Facebook, Instagram, dan Whatsapp), sepertinya bisa membantu petani untuk memasarkan langsung hasil panennya kepada konsumen. Dengan pemasaran online tersebut, konsumen lebih mudah mengetahui produk yang ditawarkan penjual, calon konsumen dapat membandingkan dengan produk lain sebelum melakukan transaksi, promosi juga menjadi lebih mudah dan murah, dan tentunya jangkauan pasar yang lebih luas (sampai ke luar daerah).
Sayangnya, penggunaan digital marketing belum tentu dapat diaplikasikan oleh petani seperti Ibu Iin dan petani berusia tua lainnya. Sehingga dibutuhkan peran serta berbagai pihak yang dapat melakukan pendampingan terhadap petani dalam memasarkan hasil panennya dengan memanfaatkan digital marketing.