Psikolinguistik Aspek Ganguan Berbicara Pada Anak

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Senin, 21 Juni 2021 | 21:40 WIB

Blocks: terjadi ketika anak kesulitan mengeluarkan kata-kata. Anak pun akan berhenti untuk waktu yang lama atau tak dapat membuat suara saat berbicara, misalnya “aku mau…………..kue.”

Prolongations: terjadi ketika anak meregangkan suara atau kata-kata untuk waktu yang lama, misalnya “kuuuuuuuuuuue.”

Repetitions: terjadi ketika anak tanpa sengaja mengulangi suara, vokal, atau kata-kata, misalnya “ku-ku-ku-ku-kue.”

Faktor genetik secara signifikan dapat meningkatkan kemungkinan anak mengalami gangguan ini. Gejala gagap pun bisa bervariasi tergantung pada situasinya, namun stres, kegembiraan, atau frustrasi bisa membuatnya lebih parah. 

Selain kesulitan mengeluarkan kata-kata, anak yang memiliki gangguan ini juga bisa mengalami ketegangan di wajah dan bahu, berkedip dengan cepat, tremor bibir, mengepalkan tangan, atau gerakan kepala mendadak yang terjadi secara bersamaan.

4. Gangguan suara bicara

Ketika belajar berbicara, anak-anak mungkin mengatakan beberapa suara dengan cara yang salah, misalnya T menjadi D. Meski begitu, pada usia 4 tahun sebagian besar anak dapat mengatakan hampir semua ucapan dengan terdengar benar.

Sementara, anak yang tak mampu mengatakan suara pada usia tersebut, mungkin saja memiliki gangguan suara bicara yang merujuk pada gangguan artikulasi dan gangguan fonologis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Rekomendasi

Terkini

X