Pemateri Serua Farm Zulhaq dan Charlie Tjendapati menyampaikan dalam melakukan pemberdayaan lahan akan sejalan dengan dunia usaha. Dan ini akan menjadi kenyataan bahwa suatu saat menjadi pilihan sayuran hidroponik.
Kendati saat ini masih banyak sayuran konvensional melalui penanaman langsung.
"Maka harus dimanfaatkan dengan baik, banyak contoh masyarakat setelah rutin menanam dan hasilnya bagus maka ketemu pasar sendiri. Karena sayuran hidroponik dari sisi penampilan lebih bagus. Jadi harus konsisten sehingga terus berkembang," pesannya.
Lanjut ia, selama pandemi permintaan sayuran meningkat, yang mana kebutuhan harian masyarakat umum jauh lebih besar dari biasanya. Jadi jangan pernah khawatir untuk mencari pasar.
"Tugas kita adalah menanam dan menjaga kualitas sayuran," tambah ia.
Turut hadir Penyuluh Pertanian Serpong Utara dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Tangsel
Dika Meylanasari memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar serius mengikuti pelatihan serta bisa mengembangkan dengan ketekunan dan ketelatenan.
"Proses yang dilewati adalah proses yang panjang. Banyak bapak ibu di luar sana ingin seperti ini makanya kesempatan yang telah diberikan oleh Indah Kiat harus dilakukan dengan maskimal sehingga dapat dipertangungjawabkan," pesannya.
Perwakilan peserta Evi Wafiroh menuturkan saat ini dirinya sudah berhasil mengembangkan hidroponik di lingkungan. Melalui program CSR PT Indah Kiat memperoleh bantuan tahap pertama 320 lubang sebagai median tanaman hidroponik. Bantuan yang kedua sebanyak 1040 lubang dan dari swadaya masyarakat 640 lubang. Total yang saat ini dikembangkan 2000 lubang.