Terinfeksi, 19 Tetangga Usai Urus Jenazah Positif COVID-19 Tak Terbuka

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Sabtu, 26 Desember 2020 | 10:15 WIB

Sosok, bidiktangsel.com - Cerita ini penulis dapat dari salah seorang pengurus paling inti di Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PP KBPII) dimana penulis disana merupakan Ketua Bidang Hukum dan Legislasi. Sebut saja inisialnya AE.

AE tinggal di lingkungan yang relatif berpunya (kelas menangah menuju atas) dengan kepedulian dan ikatan sosial yang baik dengan sesama tetangga. Hal yang sudah sangat langka di kota meteopolitan.

Jika ada tetangga yang sakit masih saling menjenguk. Jika ada tetangga meninggal, pengurusan nya masih dilakukan oleh para tetangga secara gotong royong, mulai dari memandikan, mengkafani, mensholatkan, sampai pemakaman.

Suatu sore informasi menyebar melalui media sosial dan pengeras suara masjid kalau salah seorang tetangga meninggal dunia.

Tetangga berdatangan karena tidak ada informasi sebelumnya kalau yang wafat sakit. Dan keluarga juga menyampaikan kalau almarhum meninggal normal dan tidak ada menunjukan gejala ke arah terinfeksi COVID-19.

Singkat cerita, jenazah dimandilan dengan dipimpin oleh ustadz yang biasa memandikan jenazah dan dibantu oleh handai taulan, sanak famili, dan para tetangga. Begitu juga saat menunggu penguburan esok hari, semua bergantian berjaga di malam hari sambil membaca ayat-ayat suci seperti surah Yasin.

Dan tentu saja jenazah almarhum diurus sampai pemakaman tidak menggunakan protokol pemakaman pasien positif COVID-19.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi

Rekomendasi

Terkini

X