“Daya Tahan” Media di Tengah Pandemi Corona

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Jumat, 3 April 2020 | 10:17 WIB

Informasi-informasi seperti itu tidak mungkin tercukupi hanya oleh unggahan-unggahan dari media sosial, yang acapkali juga terkemas seolah-olah merupakan informasi yang formal dalam logika argumentatif dan sajian infografik menarik.

Akan ada banyak gosip, isu, rumor, serta penyimpulan-penyimpulan yang boleh jadi penuh spekulasi. Maka kita harus punya penjernih atau pemfilter, yang dalam kondisi demikian inilah kehadiran media massa dibutuhkan.

Hanya lewat media-lah “tiga langkah standar” dalam prosedur berjurnalistik dijalankan. Yakni, untuk menciptakan kepercayaan publik, informasi yang disampaikan harus akuntabel. Dan, agar dapat dipertanggungjawabkan, informasi-informasi itu harus secara disiplin diverifikasi. Langkah standar ini wajib dilakukan untuk memenuhi kaidah “fikih jurnalistik” dengan mengutamakan idealita nuraniah sifat-sifat kenabian siddiq-amanah-tabligh-fathanah.

Tuntutan “tiga langkah standar” dan kemauan istikamah pada sifat-sifat kenabian itu pasti tidak mudah dijalankan oleh wartawan dan media. Para pekerja media membutuhkan jaminan “keamanan”. Pertama, keamanan fisik dan kesehatan dalam peliputan. Kedua, keamanan kebutuhan yang berifat “hajat hidup”.

Standar keamanan fisik akan tergambar pada protokol peliputan, seperti dalam panduan yang dikeluarkan oleh organisasi-organisasi profesi kewartawanan dan Dewan Pers. Juga dalam bentuk kerja sama dengan otoritas penanganan Covid-19. Protokol dan fasilitasi peliputan itu diharapkan menjadi langkah yang paling minimal menimbulkan dampak.

Sedangkan standar keamanan hajat hidup akan terkait dengan daya tahan media-media dalam menjamin pendapatan wartawan dan awak redaksinya. Ketika cash flow perusahaan pasti terpengaruh lantaran akses iklan dan kerja sama-kerja sama dengan para mitra kerja menurun, langkah apa yang kemudian harus dilakukan ?

“Kue” Pendapatan
Dalam sebuah unggahan berisi keprihatinan atas perkembangan kondisi kehidupan media pasa masa-masa pandemi Corona ini, tercetus usikan, apakah mungkin media-media mengakses “kue” pendapatan yang bisa memperpan-jang napas dari anggaran penanganan Covid-19 oleh pemerintah?

Logikanya, media adalah salah satu elemen yang ikut mengawal tugas-tugas pemerintah pada masa darurat ini, dengan kecepatan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat, ikut mengedukasi publik, juga mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah di berbagai level.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X