Mencari Oleh-Oleh MTQ Untuk Masyarakat Kota Tangsel

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Minggu, 8 September 2019 | 10:33 WIB

#Sosok - Hingga beberapa hari kedepan, 9-12 September 2019, kita akan menghadapi gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-X tingkat Kota Tangerang Selatan. Para kafilah dari berbagai kecamatan telah bersiap, diawali dengan défilé yang digelar di sepanjang Jalan Bhayangkara, Serpong Utara hari Ahad ini (8/9).

Mendengar kata MTQ, ingatan saya kembali pada pengalaman hampir 15 tahun lalu. Waktu itu saya masih mondok di Pesantren Darul Arqam Garut, kelas dua Aliyah. Itu pengalaman pertama saya mengikuti gelaran MTQ. Saya mendaftar untuk Cabang Tafsir al-Quran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Bertanding sebagai debutan, saya tidak berharap banyak. Tetapi rupanya saya berhasil masuk babak final, meski akhirnya hanya bisa menjadi juara harapan pertama. Bagi saya, bukan juaranya yang penting, pengalaman mengikuti MTQ membuka khazanah berfikir saya tentang kekayaan al-Quran.

Tahun berikutnya, tak disangka ternyata saya 'dipanggil' lagi oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) untuk mengikuti MTQ tingkat Kabupaten. Waktu itu diperkenalkan cabang baru, Musabaqah Menulis Kandungan al-Quran (M2KQ), sekarang disebut M2IQ, semacam lomba tafsir al-Quran namun dilakukan secara tertulis--untuk kemudian dipresen-tasikan secara lisan.

Tahun 2005, saya mengikuti lomba itu dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Bukan hanya belum mengerti mekanisme lombanya, saya juga menjadi peserta termuda di cabang itu, masih 18 tahun waktu itu. Berfikir sebagai 'underdog', saya berlomba dengan pikiran yang bebas. Tetapi ternyata itulah yang membuat saya menjadi juara 3 tingkat Kabupaten.

Karena persyaratan usia, juara 1 dan 2 di MTQ Kabupaten tak bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya di MTQ tingkat Provinsi. Maka kemudian sayalah yang diutus untuk mengikuti MTQ Tingkat Provinsi Jawa Barat di Cirebon tahun 2006. Saya 'nothing to lose' di event itu, apalagi melihat peserta yang lain sudah S2 bahkan ada yang sedang kuliah S3, saya masih SMA.

Namun, siapa sangka justru saya yang keluar sebagai juara pertama di MTQ Provinsi Jawa Barat? Makalah, presentasi, dan hafalan saya dianggap yang terbaik dibanding yang lain. Saya tahu hadiah MTQ cukup besar, tetapi mendapatkan bonus Ongkos Naik Haji (ONH) dari Gubernur pada saat itu benar-benar di luar imajinasi dan ekspektasi saya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X