Calon Walikota Tangsel, Kepemimpinan Nilai

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Minggu, 16 Juni 2019 | 19:15 WIB

Seniman, budayawan, artis, dan lain-lain, tetap dipuja dan dianggap figur meskipun hidup bergelimang narkotika dan menganut gaya western bebas (hedonis)

Anggota dewan tetap disebut terhormat dan mendapat fasilitas mewah meskipun lebih aktif dan rajin berkonspirasi untuk menang dan "panen lebih dulu' ketimbang turun ke kampung, membela perut kosong dan berjuang membela nafas derita rakyat.

Para ulama, ustad, pendeta, biksu, tetap memiliki pengikut meski senang mengenakan jubah panjang "berkantong banyak," serta rajin menyebar kebencian antar sesama ummat.

Para pengusaha tetap disebut mitra pemerintah dan masuk golongan warga kelas nomor satu meskipun sering merusak alam, mengeruk "laba," menguras keringat rakyat, dan menyogok pejabat.

Kaum birokrat tetap disebut 'abdi negara" meskipun senang "bermain- main" dengan uang hasil dari pajak rakyat, kongkalingkong, dst, dst.

Apa sesungguhnya yang sedang terjadi?

Manusia sudah menyimpang dan lari jauh dari hati dan dari nilai-nilai .

Padahal Tuhan tidak pernah menunjuk kan wujud fisikNya, kecuali IlmuNya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X