Bentrok Ormas Di Picu Masalah Tender Proyek Keamanan

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Rabu, 13 Februari 2019 | 21:44 WIB

Selanjutnya, untuk mengklarifikasi dari pihak FBR Korwil Kota Tangsel. Akhirnya diperoleh informasi, bahwa keributan berawal dari adanya kontrak kerjasama pengelolaan tender yang sudah disepakati namun dialihkan ke pihak lain.

"Ini awalnya kan kami dari pihak FBR sudah terikat kerjasama untuk memberdayakan masyarakat sekitar di proyek apartemen ini. Karena kita nggak punya PT, lalu kita menggunakan perusahaan lain. Namun ternyata pihak apartemen sudah menyatakan bahwa kerjasama dialihkan ke perusahaan lain. Ini yang kita minta penjelasannya," jelas Andi Aferi Amrani 'Daeng Fery', Panglima FBR Tangsel dikonfirmasi terpisah.

Diceritakan Daeng Fery, mereka memang hanya menanyakan mengenai transparansi kerjasama kontrak yang telah disepakati. Namun meski terus didesak menjelaskan nya, pihak manajemen bersikukuh tetap melanjutkan keputusan itu dengan menunjuk langsung perusahaan lain sebagai pemenang tender.

"Kita tertib, dari pertama kita datang untuk meminta transparansi itu, ada apa ini. Nggak ada anggota kita yang dituduh nendang-nendang atau menimpuki pagar seng apartemen. Ini juga gara-gara sekuriti proyek yang teriak ke tentara, bahwa FBR nyerang, padahal kita nggak ngapa- ngapain. Justru 6 orang anggota kita yang sedang makan disitu dipukuli, 2 orang luka parah," ungkapnya.

Menurut salah satu perwakilan, bahwa proyek Apartemen The Breeze Bintaro yang ditenderkan sendiri meliputi pengadaan tenaga sekuriti, jumlah permintaan awalnya hanya sekira 16 orang. Dari 5 perusahaan yang terlibat hanya PT Samudera Eka Jaya yang disebut memenuhi kualifikasi tender berdasar harga dan kualitas.

"Saya jamin semua melalui proses tender, nggak ada yang kita sengaja janjikan kerjasama tanpa melalui prosedur, peninjukan langsung, nggak ada itu saya jamin. Kalau masalah ada puluhan tentara di proyek apartemen semalam, saya kurang tahu, karena memang saya tidak di lokasi saat kejadian," papar salah satu perwakilan Bintaro Jaya di lokasi mediasi.

Proses mediasi itupun berlangsung alot, dijadwalkan pada hari Jumat 15 Februari 2019, kembali akan dilakukan mediasi lanjutan dengan menghadirkan seluruh pihak yang terlibat. (***)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X