Ciputat – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan menegaskan pemerintah daerah memprioritaskan pemulihan ekologi sungai dan keselamatan warga pasca dugaan pencemaran bahan kimia yang menyebabkan kematian ikan di aliran sungai kawasan Taman Tekno.
Pernyataan tersebut disampaikan Pilar dalam wawancara doorstep kepada awak media, menyusul temuan ikan mati dan dugaan adanya residu bahan kimia yang mencemari aliran sungai.
“Residu ya, karena memang air hujan juga akan terus turun dan air juga mengalir. Tapi kita harap residu ini jangan terlalu besar,” ujar Pilar.
Baca Juga: Dugaan Proyek Tak Sesuai Volume, Inlet Tandon Ciater Disorot DPRD Tangsel
Menurutnya, Pemkot Tangsel akan melakukan evaluasi dan pembersihan berkala dalam beberapa bulan ke depan guna memastikan kondisi sungai terus dipantau dan tidak kembali memburuk.
Langkah awal yang ditempuh adalah memperbaiki kualitas air sebelum membangun kembali keseimbangan ekosistem.
“Sekarang kualitas airnya dulu kita perbaiki. Kita laksanakan langkah strategis supaya nanti pada saat ekosistem kita bangun lagi, itu aman dan konsisten,” katanya.
Kualitas Air dan Dampak ke Warga
Terkait dampak terhadap masyarakat, Pilar menyebut hingga saat ini belum ditemukan warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat penggunaan air sungai.
Dinas Kesehatan telah diterjunkan untuk melakukan pemantauan langsung di sepanjang aliran sungai.
“Alhamdulillah sampai hari ini tidak ditemukan warga yang sakit setelah menggunakan air. Kita terus lakukan penyisiran. Dengan program Tangsel Sehat juga kita cek ke rumah-rumah warga di sepanjang sungai,” jelasnya.
Ia menambahkan, kejadian paling terlihat adalah kematian ikan yang terjadi pada hari kejadian dan H+1.
Pemerintah akan kembali meninjau kondisi terbaru ekosistem sungai untuk memastikan tren perbaikan.