Baca Juga: Polisi Pastikan 2 Kerangka di Kwitang Adalah Pengunjuk Rasa yang Hilang Saat Demo Agustus
“Saya menduga siswa ini ingin balas dendam dan bunuh diri. Tadi saya lihat ada tiga jenis bom dan hanya dua yang meledak,” kata Sela kepada awak media di Jakarta, pada Jumat, 7 November 2025.
Menurutnya, suasana sekolah pada pagi hari berjalan normal. Para siswa bahkan sempat mengikuti kegiatan Adiwiyata sebelum Salat Jumat dimulai.
“Kami tadi ikut kegiatan Adiwiyata di pagi hari,” tambah Sela.
Polri Dalami Dugaan Perundungan
Terkait identitas pelaku, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan pihaknya sedang mendalami dugaan motif pelaku yang disebut merupakan korban perundungan atau bullying.
Sigit menilai, hingga kini kepolisian masih mengumpulkan bukti dan informasi untuk memastikan latar belakang pelaku.
“Untuk saat ini salah satu dari yang melakukan operasi terduga pelaku, dan untuk motif memang saat ini sedang kita dalami berbagai macam informasi," tegas Sigit di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 7 November 2025.
"Tentunya akan kita kumpulkan supaya menjadi satu informasi yang bulat pada saat diinformasikan,” sambungnya.
Sigit menambahkan, polisi telah mengantongi identitas terduga pelaku dan sedang melakukan penyelidikan terhadap lingkungan sekitar, termasuk rumah pelaku.
Baca Juga: Insiden Ledakan di Masjid SMAN 72 Kelapa Gading, Polisi Pastikan Jibom Gegana Ikut Turun Tangan
“Untuk terduga pelaku saat ini sudah kita dapatkan, anggota sedang melakukan pendalaman terkait dengan identitas pelaku," terang Sigit.
"Kemudian juga lingkungan pelaku, termasuk rumah dan hal-hal lain yang saat ini sedang kita dalami,” tandasnya.(***)