Satu Korban Jalani Operasi Darurat
Dari total korban, Irmadianti menyebutkan, 1 orang mengalami luka berat sehingga harus menjalani operasi darurat.
Pasien tersebut kini diketahui mengalami luka bakar parah dan cedera pada bagian perut akibat gelombang ledakan.
“Satu korban mengalami gangguan yang cukup berat sehingga harus segera dilakukan operasi emergensi kemarin,” jelas Irmadianti.
Sementara satu korban lainnya hanya menjalani perawatan rawat jalan setelah pemeriksaan dokter spesialis dan diperbolehkan pulang.
Di sisi lain, Irmadianti memastikan seluruh korban yang kini masih dirawat berada dalam kondisi stabil dan terus mendapatkan perawatan intensif.
“Kondisi korban saat ini dalam perawatan kami, stabil,” tuturnya.
Terkait banyaknya korban ledakan, sebagian publik pun turut menyoroti adanya temuan bom rakitan dalam insiden tersebut.
Baca Juga: Tim Gegana Diturunkan, Selidiki Penyebab Ledakan Misterius SMAN72 Kelapa Gading
Usut punya usut, ledakan terjadi sesaat setelah khutbah Salat Jumat berakhir dan sebelum iqamah dikumandangkan.
Kronologi dan Dugaan Motif
Salah satu saksi mata sekaligus siswa kelas XI di SMAN 72 Jakarta, Sela mengatakan dirinya berada di selasar masjid saat mendengar suara ledakan keras.
Sela bercerita, kala itu dirinya sempat melihat tiga bom rakitan di lokasi kejadian.
Artikel Terkait
Agus R Wisas Tegaskan KADIN Tangsel Bukan Alat Politik: ‘Kemenangan untuk Semua, Bukan untuk Kelompok’
Pemkot Tangsel Lantik 856 PPPK Paruh Waktu, Benyamin Tekankan Etika dan Kinerja Maksimal
PWI Papua Barat Gelar Pelatihan Artificial Intelligence, Wujudkan Visi Digitalisasi PWI Pusat
Pilar Saga Tinjau Penataan Kampung Kumuh Bambu Apus: Pastikan Kualitas Infrastruktur dan Libatkan Warga
Pemred INIKEBUMEN Inisiasi Pertemuan Ketua DIKPI dengan Promedia