“Biayanya nggak murah lho. Saya mikirnya kasihan Pak RT, kasihan Pak Camat. Itu kan level mereka, bukan level wakil presiden yang dipilih dengan biaya Rp77 triliun lebih,” ujar Roy.
Selain itu, Roy menyinggung bahwa Gibran melewatkan sejumlah kegiatan kepemudaan di kota lain, seperti acara di Solo yang diinisiasi oleh komunitas pemuda serta agenda di Yogyakarta yang menghadirkan tokoh nasional seperti Mahfud MD dan Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Jadwal Wapres Bisa Dipilih
Lebih lanjut, Roy mengungkapkan bahwa agenda kegiatan seorang Wapres seharusnya disusun oleh Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres).
Baca Juga: Aliansi Pemuda Pamulang Permai Dukung Pemagaran Jalur Pipa Gas Pertamina Demi Keamanan Warga
Karena itu, menurutnya, keputusan Gibran hadir dalam acara memancing tersebut tetap merupakan pilihan pribadi.
“Biasanya Sekretariat Wapres sudah menyiapkan daftar acara setiap bulan. Jadi pasti bisa dipilih mana yang layak dihadiri. Jangan sampai acara yang ecek-ecek justru didatangi,” tegas Roy.
Ia juga menyoroti penggunaan anggaran negara dalam setiap kehadiran pejabat tinggi, termasuk biaya pengamanan, protokoler, hingga penyelenggaraan acara.
“Ini pakai uang rakyat. Wapres hadir ke acara itu pasti ada biaya pengamanan, paspampres, dan penyelenggaraan. Jadi seharusnya dipertimbangkan matang,” tuturnya.
Roy menambahkan bahwa meski jadwal sudah disusun secara formal oleh Setwapres, keputusan akhir tetap berada di tangan Gibran.
“Pilihan hadir di mana itu keputusan dia sendiri. Jadi nggak mungkin di luar pengetahuannya,” pungkasnya.
(***)