nasional

Menteri Komdigi Dicurigai Cari Muka ke Operator Seluler, Hak Digital Rakyat di Ujung Tanduk

Jumat, 15 Agustus 2025 | 19:28 WIB
Ilustrasi

Baca Juga: Menuju Olimpiade LA 2028, KONI Tangsel Gelar FGD Peningkatan Prestasi Olahraga

Jika pembatasan video call di balik paket premium diberlakukan, dampaknya akan terasa paling keras bagi masyarakat menengah ke bawah. 

Ini bukan sekadar persoalan biaya, tetapi juga soal keadilan akses dan masa depan keterbukaan internet di Indonesia.

Pertanyaan untuk Menteri Komdigi

Menteri Komdigi harus menjawab pertanyaan fundamental: apakah ia bekerja untuk kepentingan rakyat atau operator seluler? Bantahan tanpa tindakan nyata tidak cukup.

Baca Juga: Lawan Kekerasan Perempuan & Anak, Pemkot Tangsel Perkuat Hotline Darurat Tangsel Siaga 112 dan Layanan Pemulihan Korban

Publik membutuhkan komitmen tegas menolak segala bentuk pembatasan akses digital yang melanggar prinsip keterbukaan.

Tanpa sikap yang jelas, wajar jika muncul kecurigaan bahwa kementerian sedang berusaha mencari muka di hadapan industri, sementara kepentingan publik diletakkan di urutan terakhir.

Pelajaran dari Negara Lain

Perbandingan kebijakan net neutrality di berbagai negara menunjukkan betapa pentingnya regulasi yang berpihak pada rakyat:

Baca Juga: Tangsel Tuntaskan 70% Pembangunan Tandon Puri Bintaro Indah, Solusi Nyata Atasi Banjir Ciputat

India, Melarang tarif diskriminatif berbasis konten sejak 2016; ISP bisa kehilangan lisensi jika melanggar. Menjamin akses setara; pengguna tidak bayar ekstra untuk aplikasi tertentu.

Belanda (UE), Net neutrality berlaku sejak 2012; ISP dilarang memperlambat layanan, termasuk VoIP. Melindungi konsumen dan menjamin transparansi harga.

Amerika Serikat (2025), Net neutrality dibatalkan oleh pengadilan federal; FCC tak berwenang mengatur ISP. ISP bisa menerapkan “fast lane” atau tarif berbeda untuk konten tertentu.

Filipina, Belum ada penerapan tegas; ISP menjual paket khusus aplikasi tertentu. Membatasi fleksibilitas dan akses bagi pengguna.

Halaman:

Tags

Terkini