Langit Masih Terik, BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang 12–15 Oktober 2026

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:03 WIB
Ilustrasi langit terik saat musim kemarau dengan kondisi cuaca cerah berawan. (Foto Ilustrasi: Magnific)
Ilustrasi langit terik saat musim kemarau dengan kondisi cuaca cerah berawan. (Foto Ilustrasi: Magnific)

Baca Juga: ICM Perkuat Perlindungan Siswa, Tambah CCTV Jadi 395 Titik dan Evaluasi Tenaga Pendidik

Potensi hujan sedang juga mencakup Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Papua Pegunungan, hingga Papua.

Adapun hujan lebat hingga sangat lebat pada periode tersebut berpotensi terjadi di Sumatera Utara, Bengkulu, dan Jawa Barat.

Potensi angin kencang turut diwaspadai di Aceh, Banten, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Selatan.

Perubahan kondisi cuaca ini menunjukkan bahwa dominasi cuaca kering tidak menutup kemungkinan munculnya hujan dengan intensitas tinggi di wilayah tertentu.

El Niño dan IOD Positif Memengaruhi Kondisi Kering

BMKG menjelaskan, kondisi kering yang masih terjadi di Indonesia berkaitan dengan dinamika iklim global, termasuk fenomena El Niño yang dalam laporan tersebut disebut berintensitas sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Lumin Park Padang, Warga Buka Rumah untuk Pengungsian: “Boleh Manjat ke Lantai 2”

Kombinasi kedua fenomena tersebut cenderung mengurangi pasokan kelembapan dan mendukung berkurangnya pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Data pemantauan curah hujan pada dasarian III September 2026 menunjukkan, sebanyak 70,59 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah.

Sementara itu, 27,48 persen wilayah tercatat mengalami curah hujan kategori menengah dan 1,93 persen masuk kategori tinggi.

Meski demikian, kondisi kering secara umum bukan berarti hujan tidak akan turun. Faktor atmosfer regional dan lokal, termasuk aktivitas gelombang atmosfer serta pertemuan dan perlambatan angin, masih dapat memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah.

BMKG juga mencatat hujan harian signifikan pada periode 1–4 Oktober 2026. Curah hujan yang terukur mencapai 91 milimeter per hari di Sumatera Utara, 69 milimeter per hari di Sumatera Barat, 67 milimeter per hari di Aceh, dan 54 milimeter per hari di Jawa Barat.

Baca Juga: Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026, Mampukah Taklukkan Mandalika?

Data tersebut memperlihatkan bahwa hujan dengan intensitas signifikan masih dapat terjadi di tengah kondisi yang secara umum relatif kering.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X