Jakarta – Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono menghadiri Wisuda Sarjana dan Pascasarjana ke-13 Universitas Trilogi yang digelar di Atrium Universitas Trilogi, Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2026).
Kehadiran Menteri Koperasi menjadi sorotan dalam prosesi wisuda tahun ini karena membawa pesan langsung Presiden RI Prabowo Subianto terkait penguatan program Koperasi Merah Putih menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya, Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi merupakan amanat konstitusi yang harus terus diperkuat sebagai fondasi ekonomi nasional berbasis gotong royong dan keadilan sosial.
Baca Juga: Wisuda ke-13 Universitas Trilogi Cetak Lulusan Siap Bersaing di Era Digital
“Perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Ini menegaskan bahwa sistem ekonomi kita sejak awal memang dirancang untuk menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan individu,” ujar Ferry di hadapan ratusan wisudawan, dosen, dan orang tua mahasiswa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta Prof. Dr. Ir. H. Ahmad Ridha Sabana, SEMBA., PSI., yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif dan Digital.
Selain itu, hadir pula Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi, Desri Adha Sari.
Pada momentum wisuda tersebut, Ferry Juliantono menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya membangun ekonomi rakyat melalui program Koperasi Merah Putih.
Menurutnya, koperasi tidak hanya menjadi instrumen ekonomi, tetapi juga platform masa depan yang mampu melahirkan generasi technosocialpreneur Indonesia.
Ia mengaitkan tema wisuda Universitas Trilogi tahun ini, yakni “Mengakselerasi Technosocialpreneur Berdaya untuk Indonesia Emas 2045”, dengan semangat pembangunan koperasi modern berbasis teknologi dan kolaborasi sosial.
“Koperasi insya Allah bisa menjadi platform masa depan bagi lahirnya technosocialpreneur Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Ferry menilai tantangan global saat ini, mulai dari krisis pangan hingga ketimpangan ekonomi, membutuhkan model pembangunan yang berkeadilan.
Baca Juga: Bus Sekolah Tangsel Tetap Gratis di Tengah Ancaman Kenaikan BBM Solar Juli 2026
Artikel Terkait
Tangsel Jadi Rujukan Digitalisasi Pajak Daerah, TP2DD Terbaik Jawa-Bali, Kota Tanjungbalai Pelajari Strategi Peningkatan PAD Berbasis Digital
Dikeluhkan Warga Soal Galian, PT PITS Akui Belum Kantongi Rekomtek
Mahasiswa Layangkan Keberatan, Dishub Tangsel Dinilai Abaikan Keterbukaan Informasi Publik
KUR Rp20 Juta di BRI Unit Serua Ciputat Diduga Pakai Jaminan Sertifikat, Keluarga Nasabah Mengadu ke Ombudsman
Pilar Soroti Kedaulatan dan Perlindungan Anak di Ruang Digital