Deden juga mengingatkan agar jajaran pegawai Samsat tidak bersikap pasif menunggu wajib pajak. Samsat harus proaktif menjangkau masyarakat melalui berbagai inovasi pelayanan.
Sementara itu, Kepala Bapenda Provinsi Banten Berly Rizki Natakusumah mengungkapkan, realisasi pajak daerah dalam tiga bulan terakhir masih belum optimal.
Hal tersebut antara lain dipengaruhi kebijakan pajak kendaraan listrik yang masih bernilai nol rupiah.
Sementara pertumbuhannya di Banten mencapai sekitar 15 persen dari kendaraan baru.
Sebagai langkah strategis, pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, termasuk melakukan penagihan bersama dan menghadirkan layanan payment point di 1.551 desa dan kelurahan bekerja sama dengan perbankan dan BUMDes.
Melalui langkah tersebut, diharapkan optimalisasi penerimaan pajak daerah dapat tercapai.
"Termasuk dapat berdampak pada peningkatan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat di Provinsi Banten," katanya.
(***)
Artikel Terkait
Distribusi Truk Impor untuk Desa Tuai Apresiasi, Pengamat Nilai Dongkrak Daya Saing Koperasi
Benyamin Davnie Tekankan Kebersihan dan Efisiensi Anggaran di Apel Perdana Usai Lebaran
Kasus Amsal Soroti Lemahnya Pengawasan Jaksa, Mukhsin Nasir Kritik Kinerja Jaksa Agung
Respons Ketidakpastian Global, Gubernur Andra Soni Instruksikan ASN Banten Hemat Energi
Dimyati Dorong ASN Banten Lebih Kompak dan Maksimalkan Pelayanan Publik