Distribusi Truk Impor untuk Desa Tuai Apresiasi, Pengamat Nilai Dongkrak Daya Saing Koperasi

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Senin, 30 Maret 2026 | 12:08 WIB
Pengamat muda koperasi, Imam Faturrohmin, yang menilai langkah tersebut strategis dalam memperkuat konektivitas ekonomi desa.
Pengamat muda koperasi, Imam Faturrohmin, yang menilai langkah tersebut strategis dalam memperkuat konektivitas ekonomi desa.

Jakarta - Kebijakan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Ferry Juliantono untuk tetap menyalurkan truk dan pikap yang telah telanjur diimpor dari India mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Salah satunya datang dari pengamat muda koperasi, Imam Faturrohmin, yang menilai langkah tersebut strategis dalam memperkuat konektivitas ekonomi desa.

Menurut Faturrohmin, distribusi kendaraan operasional kepada koperasi akan berdampak signifikan terhadap kelancaran arus logistik antara desa dan kota, sehingga mempercepat pergerakan barang dan meningkatkan efisiensi distribusi produk lokal.

Baca Juga: Beredar Video Warga Pangalengan Bandung Incar Oknum Pembuang Sampah hingga Tutupi Akses Jalan di Lokasi

“Langkah pemerintah untuk mendistribusikan truk, pikap, dan sepeda motor kepada koperasi sangat strategis. Ini akan memperlancar arus distribusi barang, baik dari desa ke luar maupun dari luar ke desa. Dengan demikian, koperasi di daerah terpencil akan semakin mudah mengakses pasar dan memenuhi kebutuhan barang secara efisien,” ujar Imam Faturrohmin, Senin (30/3/2026).

Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan daya saing produk koperasi sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif dan UMKM nasional. 

Dukungan sarana transportasi dinilai menjadi faktor penting dalam membangun sistem logistik yang lebih modern dan terintegrasi.

“Dengan adanya dukungan sarana transportasi yang memadai, koperasi di Indonesia bisa berkembang lebih pesat dan berdaya saing tinggi, terutama di sektor logistik,” lanjutnya.

Baca Juga: Diduga Tak Kuat Nanjak, Bus Pengantin di Sumsel yang Angkut 28 Penumpang Alami Kecelakaan hingga Terjungkir

Program distribusi kendaraan operasional ini merupakan bagian dari penguatan program Koperasi Merah Putih (KMP) yang diarahkan untuk memodernisasi sistem operasional koperasi di berbagai daerah. 

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kepada anggota koperasi sekaligus memperluas akses pasar hingga ke pelosok wilayah.

Selain itu, Faturrohmin juga mendorong pemerintah untuk terus menghadirkan inovasi kebijakan yang dapat memperkuat ekosistem UMKM secara menyeluruh, termasuk dukungan teknologi distribusi dan penguatan rantai pasok nasional.

“Pemanfaatan alat transportasi yang efisien dan tepat guna akan mendukung pengembangan koperasi di berbagai sektor seperti pertanian, perikanan, dan industri kreatif yang membutuhkan distribusi handal,” tambahnya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X