Baca Juga: Respons Ketidakpastian Global, Gubernur Andra Soni Instruksikan ASN Banten Hemat Energi
Dalam video yang sama, guru yang membagikan mengatakan bahwa para siswa boleh meminta lagi, dengan syarat buku atau pulpen sudah habis maupun kaos kaki yang mulai tak layak pakai.
“Ini masih banyak sisanya, ini sisanya tidak Pak Guru ambil. Ini untuk kalian tapi pensil, buku, pulpen, atau kaos kakinya ada yang rusak, baru datang ke Pak Guru. Nanti, Pak Guru kasih yang baru,” ucapnya.
“Kenapa tidak dikasih semuanya langsung, supaya tidak gampang rusak. Jadi, kelas satu ya cukup satu buku saja yang dipakai. Kalau rusak atau habis, boleh datang ke Pak Guru,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia memberikan pesan bahwa masih banyak stok untuk peralatan sekolah jika milik siswa rusak atau habis.
Baca Juga: Kasus Amsal Soroti Lemahnya Pengawasan Jaksa, Mukhsin Nasir Kritik Kinerja Jaksa Agung
“Jadi, tidak perlu alasan untuk saya tidak perlu alasan saya nggak mau ke sekolah karena tidak buku atau pensil,” tuturnya.
Sebelumnya, sempat viral hingga lebih dari 10 ribu kali penayangan tentang cerita siswa di SD tersebut mengungkapkan bahwa harga buku yang mahal.
Sehingga, para siswa menggunakan satu buku untuk menulis berbagai mata pelajaran sekaligus.
***
Artikel Terkait
Cerita Korban Kebakaran di Cianjur, Rumah Tetangga Runtuh Usai Dentuman: Kejadiannya Cepat, Nggak Ada Hitungan Menit
Mimpi Besar Garuda dari Banten: Liga 4 Piala Gubernur Resmi Digelar
Diduga Tak Kuat Nanjak, Bus Pengantin di Sumsel yang Angkut 28 Penumpang Alami Kecelakaan hingga Terjungkir
Beredar Video Warga Pangalengan Bandung Incar Oknum Pembuang Sampah hingga Tutupi Akses Jalan di Lokasi
Distribusi Truk Impor untuk Desa Tuai Apresiasi, Pengamat Nilai Dongkrak Daya Saing Koperasi