Usai konten tersebut viral, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Argosari telah bertemu dengan pihak sekolah dan wali murid pada Senin, 9 Maret 2026.
Menurut keterangan dari SPPG Argosari, pada MBG Sabtu, 7 Maret 2026 adalah porsi besar berisi roti pisang, bandeng presto, tahu ungkep, dan jeruk. Sedangkan untuk porsi kecil dibagikan tanpa jeruk.
“Ikan yang digunakan dalam menu tersebut adalah bandeng presto yang telah melalui proses pengolahan dan pengukusan sebelum didistribusikan kepada para penerima manfaat,” ujar pihak SPPG Argosari pada Senin, 9 Maret 2026.
“Kami memahami bahwa muncul persepsi di masyarakat bahwa ikan bandeng tersebut terlihat seperti masih mentah. Hal ini menjadi perhatian bagi kami karena tampilan visual menu yang dibagikan menimbulkan kesalahpahaman bagi sebagian pihak,” paparnya.
Pihak SPPG juga mengklaim bahwa telah memberikan label menu, petunjuk penyimpanan, serta anjuran konsumsi kepada penerima manfaat terkait makanan yang dibagikan.
Selain janji melakukan evaluasi, SPPG Argosari juga mengungkapkan permintaan maaf karena membuat kesalahpahaman yang berujung viral.
Usai pertemuan, Caroline mengunggah video terbaru dengan menegaskan bahwa permasalahan di antara kedua belah pihak sudah selesai.
(***)
Artikel Terkait
Bazar Ramadan di Pamulang, Fasilitasi Masyarakat Berburu Sembako Murah
SMSI Tangsel Kembali Gelar Jumat Berbagi Takjil 1447 H di Depan Balaikota
TASPEN Berhasil Salurkan THR 2026 ke 97 Persen Penerima dari 3,2 Juta Peserta Pensiun
Serlina Klarifikasi Insiden Viral di PIK: Bantah Tuduhan Perselingkuhan yang Diunggah Shellysoju
Serlina Klarifikasi Insiden PIK, Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polisi