Banyak warganet yang menyebut bahwa tak bisa diganti uang karena sudah ada biaya operasional yang diperhitungkan untuk selama Ramadan.
Selain itu, di beberapa sekolah, saat ini sudah mulai melaksanakan pembagian makanan MBG untuk beberapa hari sekaligus karena ada libur Nasional Tahun Baru Imlek dan libur awal puasa pada 18-21 Februari 2026.
Skema Pembagian MBG saat Ramadan
Sementara itu, BGN memastikan MBG berjalan selama Ramadan dengan skema penyesuaian distribusi sesuai karakteristik penerima manfaat.
Keputusan tersebut disampaikan setelah diskusi BGN dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 26 Januari 2026 lalu.
Baca Juga: “Bukan Omon-omon”: Reza Patria Apresiasi Kerja Nyata Ketum Barisan Delapan Center
Bagi penerima manfaat dari golongan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap berjalan normal.
Alasannya, tidak ada kewajiban untuk puasa, sehingga tidak ada perubahan dalam pelaksanaannya.
Lebih lanjut, bagi peserta didik sekolah di wilayah yang mayoritas menjalankan puasa, BGN akan tetap membagikan makanan pada saat jam sekolah untuk kemudian dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa.
Adapun untuk di daerah yang mayoritas tidak berpuasa, pelaksanaan MBG akan berjalan seperti biasa.
Penyesuaian serupa juga akan diterapkan di lingkungan pondok pesantren.
Baca Juga: Pengamat Ingatkan Insentif Fiskal Awal 2026 Berpotensi Dorong Inflasi
Dalam keterangannya saat itu, ketua BGN, Dadan Hindayana menjelaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di pesantren akan mengatur waktu distribusi agar makanan diberikan menjelang waktu berbuka puasa.
(***)
Artikel Terkait
Waspada Hujan Ekstrem, BMKG Peringatkan Risiko Cuaca Buruk di Banten
Jerhemy Owen Ngaku Takjub dengan Kualitas Papan untuk Bangunannya yang Berasal dari Daur Ulang Sampah Sachet
Cerita Pj Kades di Grobogan Jateng usai Viral Suami Belah Rumahnya Jadi 2 yang Diduga Gegara Istri Ketahuan Selingkuh
Cerita Penumpang usai Diberi Kompensasi Gegara Pesawat Super Air Jet yang Ditumpangi Sempat Alami Delay 5 Jam
Lebih dari Dua Bulan Bertahan dengan Getek untuk Menyeberang Sungai, Begini Kendala Pembangunan Jembatan Apung di Aceh utara