Sambil menahan tangis, Khaira mengatakan harapannya pada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti untuk memperbaiki sekolahnya.
“Pak Menteri, bantu dong sekolah Khaira, Khaira mau sekolah lagi,” ucapnya lagi.
Shelter yang digunakan untuk sekolah juga memiliki kendala jarak cukup jauh dari rumah dengan medan yang sulit ditempuh.
“Makanya perlu kembali menormalisasi pendidikan di sini, terutama dengan membangun fasilitas pendidikan yang baru, yang bagus sesuai sedia kala,” ucap pemilik akun.
Sekolah Terdampak Banjir di Sumatera
Menurut data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Provinsi Sumatera Barat mencatat ada 501 sekolah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
Aceh merupakan kondisi yang paling parah dengan jumlah sekolah terdampak mencapai 2.756 unit dan Provinsi Sumatera Utara sekolah yang terkena bencana berjumlah 1.213 unit.
Sementara untuk keseluruhan atau di tiga provinsi terdampak, ada 4.470 satuan pendidikan yang mesti mendapat penanganan setelah bencana.
Revitalisasi sekolah atau satuan pendidikan yang masuk kategori rusak berat pascabencana akan menjadi prioritas untuk program perbaikan di tahun 2026.
(***)
Artikel Terkait
Sudah 19 Tahun Lamanya Aksi Kamisan di Depan Istana Negara, Musisi Baskara Putra Nilai Tuntutan Kasus HAM Perlu Terus Disuarakan
Sebuah Truk Gagal Taklukkan Tanjakan Yapan Depok, Kecelakaan Beruntun Dicegah Mobil Fortuner yang Berada di Belakangnya
Raffi Ahmad Serap Aspirasi Ekosistem Kreatif Banyumas–Cilacap
Basarnas Makassar Diterjunkan ke Lokasi Terakhir Hilangnya Kontak Pesawat ATR Indonesia Air di Leang-leang Maros
Bukan soal Menanggung Beban Ekonomi, Sandwich Generation Disebut Hanya Lahir Lewat Mindset Tentang Investasi