Bidiktangsel.com - Bencana hidrometeorologi yang menghantam Sumatera pada akhir November 2025 lalu juga memberi dampak pada pendidikan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Banyak gedung sekolah rusak hingga hancur karena terjangan banjir bandang yang disertai tanah longsor, bahkan di sejumlah wilayah pun air mengangkut gelondongan kayu.
Cerita anak terdampak banjir yang kini rindu dengan sekolahnya adalah Khaira, salah satu siswa di SDN 14 Labuah, Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Baca Juga: BYD Hadirkan Pengalaman Menantang di Sirkuit All-Terrain Khusus NEV di Zhengzhou
Siswa bernama Khaira membagikan cerita sambil menunjukkan kondisi sekolahnya yang rusak parah.
Sekolah Darurat di Shelter
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @ajo_wayoik, haira menceritakan bahwa kini mereka sekolah di shelter darurat yang telah disediakan.
“Kelas 4, sekarang sekolah di shelter. Sekelas 14 orang dan muat semua di shelter,” ucap Khaira dikutip dari video pada Minggu, 18 Januari 2026.
Video itu juga menunjukkan kondisi sekolah, di mana tertimbun banyak bebatuan serta tanah bekas banjir yang mulai mengering.
Tak hanya batu, tampak gelondongan kayu yang terbawa arus air ketika banjir datang menerjang.
Ketinggian lumpur juga hampir menyentuh atap sekolah, menyisakan setengah bagian bangunan sekolah.
Mengharap Bantuan dari Mendikdasmen
Kondisi sekolah yang rusak membuat Khaira juga mengharapkan bantuan perbaikan pada sekolahnya.
Artikel Terkait
Sudah 19 Tahun Lamanya Aksi Kamisan di Depan Istana Negara, Musisi Baskara Putra Nilai Tuntutan Kasus HAM Perlu Terus Disuarakan
Sebuah Truk Gagal Taklukkan Tanjakan Yapan Depok, Kecelakaan Beruntun Dicegah Mobil Fortuner yang Berada di Belakangnya
Raffi Ahmad Serap Aspirasi Ekosistem Kreatif Banyumas–Cilacap
Basarnas Makassar Diterjunkan ke Lokasi Terakhir Hilangnya Kontak Pesawat ATR Indonesia Air di Leang-leang Maros
Bukan soal Menanggung Beban Ekonomi, Sandwich Generation Disebut Hanya Lahir Lewat Mindset Tentang Investasi