Baca Juga: Kelurahan Pondok Kacang Timur Garcep Olah Sampah Organik Lewat Teba dan Biopori
Teguran Berujung Dugaan Penganiayaan
Setelah dilerai, Anisa mengaku dirinya dan sang kekasih masih diikuti oleh terduga pelaku.
"Beberapa meter dari lokasi awal, pelaku kembali mendatangi keduanya dan melakukan penganiayaan," tulis postingan yang sama.
Terlihat dalam cuplikan video, terduga pelaku sempat terlibat adu mulut dengan warga lainnya di sekitar lokasi kejadian.
"Bawa motornya tolong pelan-pelan, ini sedang banjir," tegur seorang warga di lokasi kejadian.
Baca Juga: Sekcam Pondok Aren Koordinir 11 Kelurahan Bangun Teba Sampah Organik
"Ini lagi banjir, bawa motornya pelan, bisa nggak?" tegasnya.
Akibat kejadian tersebut, Anisa diketahui mengalami luka dan pendarahan di bagian wajah akibat pukulan pelaku.
Sementara itu, kekasihnya mengalami luka lebam di bagian area wajah.
"Setelah melakukan penganiayaan, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian," tutur postingan tersebut.
"Sementara Anisa dibawa ke RSUD Koja untuk mendapatkan penanganan medis," sambungnya.
Baca Juga: Pondok Aren Pelopori Teba Sampah Organik, Olah Sampah dari Hulu
Atas kejadian ini, Anisa berencana melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian dan berharap pelaku dapat segera ditangkap serta mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Saya akan bawa dia ke polisi, tolong bawa dia," ujar Anisa.
Artikel Terkait
DJP Banten Kukuhkan RENJANI 2026, Perkuat Edukasi Pajak
Sekjen Yayasan HSD Diduga Terlibat Jual Beli Titik Dapur BGN, Pengurus Buka Fakta Pendaftaran Tertutup
Dukung Asta Cita Presiden, Gubernur Banten Andra Soni Mulai Pembangunan Sekolah Rakyat di Banten
Royong Warga, Pondok Aren Bentuk Teba Sampah Organik
Gotong Royong Warga Pondok Aren Bangun Teba Sampah Organik