Menhan Buka Suara soal Bantuan Negara Lain ke Aceh, Singgung Bantuan Personal untuk Mualem

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Kamis, 11 Desember 2025 | 21:21 WIB
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin buka suara mengenai bantuan negara lain yang dikirim ke Aceh. (Instagram/sjafrie.sjamsoeddin)
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin buka suara mengenai bantuan negara lain yang dikirim ke Aceh. (Instagram/sjafrie.sjamsoeddin)

Baca Juga: Plesiran Rp1,5 Miliar di Tengah Efisiensi, Pemkot Tangsel Disorot Publik, Pengamat: “Tidak Ada Urgensinya, Cenderung Menghambur-hamburkan Anggaran”

Hal itu termasuk dalam peralatan dalam proses distribusi hingga stok bantuan logistik untuk warga terdampak banjir di 3 provinsi.

“Bangsa kita sekarang sudah memiliki kemampuan sendiri, baik dari sisi peralatan angkut darat, laut, maupun udara, logistik, obat-obatan, hingga tenaga medis,” ucap Sjafrie.

Perguruan tinggi juga turut membantu dalam proses penanganan bencana, sehingga kekuatan SDM pun telah tercukupi.

Kondisi penanganan bencana kali ini, kata Sjafrie berbeda dengan saat Indonesia menghadapi tsunami 2004 silam ketika masih banyak bergantung dengan negara asing.

Baca Juga: Fraksi PDI-P Sidak TPA Cipeucang, Desak Pembentukan Pansus Sampah Tangsel

“Dulu kita belum mandiri. Sekarang penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bisa kita lakukan sendiri,” kata Sjafrie.

“Beliau (Presiden Prabowo) sudah mengambil evaluasi bahwa bencana ini adalah bencana yang bisa kita atasi oleh bangsa sendiri,” sambungnya.

Gubernur Mualem Tak Melarang Aceh Terima Bantuan Negara Lain

Sebelumnya, Gubernur Mualem mengatakan bahwa Aceh telah menerima bantuan obat-obatan dan tenaga dokter dari Malaysia.

Baca Juga: Icha Terpilih Pimpin KONI Tangsel 2025–2029, Musorkot IV Tegaskan Persatuan Menuju Porprov 2026

Mualem mengungkapkan bahwa dirinya selalu memberi lampu hijau bagi semua pihak yang ingin memberikan bantuan kepada Aceh.

“Tidak ada larangan dan kemarin saya dengar orang mencari mayat-mayat tapi semuanya sudah saya kroscek tidak ada, semuanya lancar,” ucap Mualem kepada awak media usai rapat dengan Presiden Prabowo di Aceh pada Minggu malam, 7 Desember 2025.

“Mereka tolong kita, masa kita persulit, kan bodoh,” tuturnya.

Sementara tim yang didatangkan dari China memang akan fokus dalam pencarian korban meninggal dunia, tapi masih tertimbun lumpur pascabanjir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X