Purbaya: Harapan di Tengah Keretakan Anggaran

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Minggu, 23 November 2025 | 13:03 WIB

Baca Juga: Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie Rotasi dan Mutasi Pejabat

Ketiga, belanja negara yang semakin tidak efisien. Dari bansos, belanja barang, hingga infrastruktur yang tumpang tindih. Ini medan tempur utama seorang Menkeu.

Lalu, Mengapa Kita Masih Bisa Menaruh Harapan?
Harapan bukan soal sentimentil.
Bukan soal menyukai gaya humornya.
Dan bukan karena survei menempatkannya sebagai menteri favorit.

Harapan ada karena poin-poin ini:

Ia teknokrat yang pernah memegang risiko sistemik. Tidak semua ekonom pernah memegang LPS, lembaga yang harus bertindak cepat ketika bank jatuh.

Ia punya keberanian politik yang tidak lazim: menolak beban APBN untuk proyek besar adalah precedent penting.

Baca Juga: Soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Purbaya Sebut MBG Jadi Instrumen Pemerataan dan Penopang Stabilitas Sosial

Ia paham bahwa pertumbuhan tanpa keadilan adalah bom waktu. Pemotongan transfer daerah, bila dikawal benar, adalah sinyal bahwa efisiensi tidak boleh menjadi wacana kosong.

Ia tidak mudah terpesona narasi “lembaga internasional”. Sikap skeptis pada IMF atau investor asing menunjukkan kepercayaan diri, sekaligus kehati-hatian.

Ia sadar beban historis yang sedang ia pikul. Seorang Menkeu tidak hanya mengurus angka, tetapi juga rasa keadilan rakyat yang terkoyak.

Ruang Anggaran yang Retak, dan Kesempatan yang Tipis
Indonesia sedang berjalan di atas batu pijakan fiskal yang retak-retak. Setiap langkah salah bisa mengirim negara ini ke arah spiral yang lebih dalam. Namun setiap langkah berani yang tepat bisa membangun fondasi baru.

Baca Juga: Kemenkeu Soal Kenaikan Gaji PNS 2026: Dipertimbangkan Berdasarkan Produktivitas ASN dan Kondisi Fiskal

Purbaya bukan pahlawan. Ia bukan antihero. Ia hanya teknokrat yang sedang ditempatkan di persimpangan sejarah.

Apakah ia akan sukses? Masih terlalu dini. Namun dalam ruang gelap fiskal saat ini, ia membawa seberkas lampu kecil: keberanian untuk menyentuh area yang selama ini terlalu nyaman.

Dan mungkin, dari sanalah perjalanan panjang pembenahan anggaran bisa dimulai. (***)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X