Popularitas Seskab Teddy Kian Meroket, Pengamat Sebut Jadi Sosok Penting di Balik Layar Istana RI

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Senin, 17 November 2025 | 20:23 WIB
Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas 33 di Tangerang Selatan. (Dok. Setkab RI)
Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas 33 di Tangerang Selatan. (Dok. Setkab RI)

Baca Juga: Keterangan Berbeda Soal Kasus Bullying Siswa di Tangsel, Kuasa Hukum Bantah Isu Riwayat Penyakit Korban

Amsori pun melihat manfaat jangka panjang dari strategi ini, yakni pejabat bisa memahami masalah langsung dari masyarakat, kemudian merumuskan kebijakan yang lebih realistis dan berpihak.

"Metode ini, jauh lebih efektif daripada sekadar membaca laporan birokrasi di atas meja," sebutnya.

Kehadiran Seskab Teddy Bikin Legitimitas Pemerintah Meningkat

Bagi Amsori, kehadiran empatik yang ditunjukkan Seskab Teddy bukan hanya soal citra, tapi sebagai investasi legitimasi pemerintah RI.

Baca Juga: Cerita Keluarga Korban yang Diduga Alami Perundungan di SMPN 19 Tangsel, Sebut KPAI Bakal Sanksi ke Pelaku

Survei dari Indikator Politik, menunjukkan tingkat kesadaran publik terhadap Seskab Teddy mencapai lebih dari 50 persen.

Hal tersebut, menunjukkan figurnya semakin dikenal dan dihargai. Amsori menilai ini bukan kebetulan.

“Kuncinya bukan pencitraan. Ini soal hadir dengan hati,” ujar Amsori.

Bagi Amsori, konsistensi Teddy dalam mengunjungi masyarakat kecil adalah bagian dari strategi kepemimpinan yang berdampak lebih dalam.

Baca Juga: Buntut Dugaan Siswa Alami Perundungan hingga Wafat di Tangsel, Picu Desakan Sekolah Punya Tim Pencegah Kekerasan

Dalam hal ini, Seskab di Kabinet Merah Putih itu dinilai dapat memperkuat hubungan emosional antara negara dan warganya, sekaligus memberikan contoh kepada pejabat lain bahwa empati adalah fondasi legitimasi yang kokoh.

Menurut Amsori, sosok Teddy telah menjadi simbol birokrasi yang baru, yakni bukan terkait birokrat kelas atas yang jauh dari rakyat, tetapi pemimpin yang rendah hati, empatik, dan tetap efisien.

“Yang membuat publik menerima Teddy adalah sikap rendah hati, bukan wibawa yang dibuat-buat,” tandasnya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X