Pemeriksaan dan Potensi Sanksi
Tim investigasi Unsri memeriksa 15 mahasiswa senior dari Program Studi Teknologi Pertanian yang terdiri dari pengurus Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta), ketua angkatan, hingga panitia kegiatan.
Rektor menegaskan, bila terbukti ada pelanggaran serius, maka sanksi akademik berat tidak bisa dihindari. Sebagai langkah awal, organisasi Himateta resmi dibekukan selama satu tahun.
Kronologi di Balik Aksi Cium Kening
Dalam klarifikasi internal, diketahui bahwa aksi cium kening muncul secara spontan sebagai bagian dari permainan penutup forum angkatan.
Sejumlah senior mengaku ide tersebut tidak pernah masuk dalam agenda resmi kegiatan.
Namun, pihak kampus menilai tindakan itu tetap menyalahi prinsip dasar PKKMB yang seharusnya mendidik, membangun solidaritas, dan memberi teladan positif bagi mahasiswa baru.
Evaluasi Menyeluruh Kegiatan Mahasiswa
Selain menjatuhkan sanksi, Unsri melakukan evaluasi prosedur perizinan seluruh kegiatan mahasiswa.
Universitas berencana memperketat pengawasan organisasi kemahasiswaan dan memastikan setiap acara berjalan sesuai koridor akademik, kesetaraan, dan tanggung jawab.
Kebijakan ini diambil untuk mencegah terulangnya kasus serupa serta menjaga lingkungan kampus tetap kondusif dan aman bagi mahasiswa baru.
(***)
Artikel Terkait
Perseroda Tangsel Diduga Jadi “Lumbung Politik”, Pengamat: Ratusan Miliar Digelontorkan, Hasilnya Nol
Menteri PKP Kena Sentil P3S: Rumah Subsidi Bukan Hadiah untuk Dibagi Gratis
MBG yang Bagus dalam Perencanaan, Namun Amburadul dalam Pelaksanaan
Gelombang Protes Gen Z Menggema dari Nepal hingga Peru, Medsos Jadi Senjata Utama
PITS Tangsel: Ubah Status Jadi Perseroda Air Minum, Sertifikat Saja Belum Punya”